Tanya Warga
Trending
Warga Minta Perhatian Serius untuk Jalan Rusak yang Putuskan Akses ke Pasar
Sejak hujan deras menerjang beberapa pekan lalu, satu-satunya jalan penghubung desa mereka ke pasar kecamatan rusak parah. Lubang besar menganga di beberapa titik, membuat kendaraan roda dua sekalipun sulit melintas. Keadaan ini memutuskan akses warga, terutama para petani dan pedagang kecil, untuk menjual hasil bumi mereka. Harga sayuran dan buah-buahan yang seharusnya dijual segar, kini terpaksa dijual murah di pinggir desa atau bahkan membusuk.
Pak Joko, seorang petani cabai, dengan wajah muram menunjukkan keranjang cabainya yang mulai layu. "Ini sudah tiga hari saya tidak bisa bawa ke pasar," keluhnya. "Kalau jalan tidak diperbaiki cepat, kami bisa rugi besar." Keluhan serupa disampaikan oleh Bu Minah, seorang penjual ikan asap. Ikan hasil tangkapan suaminya harus dijual dengan harga sangat murah karena takut tidak laku dan busuk. Mereka merasa seperti terisolir di rumah mereka sendiri.
Aspirasi warga ini telah disampaikan kepada perwakilan pemerintah desa dan juga kepada personel TNI yang sedang melaksanakan komsos di wilayah tersebut. Warga berharap, keluhan mereka tidak hanya masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Mereka mendambakan tindakan nyata, perbaikan jalan secepatnya, agar roda perekonomian desa kembali berputar. "Kami tidak minta yang mewah, hanya jalan yang bisa dilalui dengan selamat," harap Pak Joko mewakili suara ratusan warga di desanya. Ini adalah ujian nyata bagi komitmen pembangunan infrastruktur di daerah pedesaan.
jalan rusak
akses pasar
infrastruktur desa
Terkait
- Topik: jalan rusak, akses pasar, infrastruktur desa
- Tokoh: Pak Joko, Bu Minah
- Organisasi: Pemerintah Desa, TNI