Di pojok Dusun Randuagung, Jawa Timur, ada sebuah surau kecil yang setiap sorenya dipenuhi suara ceria anak-anak. Bukan sekadar tempat mengaji, surau ini kini menjadi saksi bisu tumbuhnya harapan baru di hati anak-anak desa. Serka Hendra, seorang Babinsa, dengan sabar membimbing belasan anak-anak melafalkan huruf hijaiyah. Meski masih terbata-bata, semangat mereka membara, dan sesekali canda tawa mewarnai suasana, membuat belajar mengaji terasa seperti acara keluarga.
Waktu Luang yang Berubah Menjadi Berkah untuk Anak Desa
Kegiatan mengaji ini tidak muncul begitu saja. Awalnya, para orang tua gelisah karena anak-anak mereka kurang mendapatkan bimbingan agama di desa. Keterbatasan tenaga pengajar membuat banyak anak menghabiskan waktu luangnya tanpa arah. Melihat kondisi itu, Serka Hendra yang memiliki kepedulian besar terhadap pendidikan agama, memutuskan untuk meluangkan waktu setelah tugasnya sebagai Babinsa. Ia mengajari anak-anak desa mengaji dengan penuh keikhlasan, mengubah waktu luangnya menjadi berkah yang tak ternilai. Program sederhana ini sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan warga desa, menciptakan ikatan emosional yang hangat.
Manfaat yang Dirasakan Warga dari Kegiatan Mengaji
- Anak-anak semakin antusias belajar mengenal huruf hijaiyah dan membaca Al-Quran dengan benar.
- Menumbuhkan rasa cinta terhadap kegiatan keagamaan sejak dini, membangun karakter yang kuat.
- Hubungan antara Babinsa dan warga desa semakin dekat, menciptakan rasa saling percaya dan kebersamaan.
- Orang tua merasa tenang karena anak-anak mereka didampingi oleh sosok yang sabar dan tegas.
Kedekatan Teritorial yang Tumbuh di Surau Kecil
Selama dua bulan berjalan, kehadiran Serka Hendra di surau itu telah membawa perubahan besar. Anak-anak yang dulu malas kini bersemangat datang setiap sore, dan orang tua mereka pun merasa bersyukur. Kehadiran Babinsa tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai sahabat yang peduli masa depan anak-anak desa. Kegiatan keagamaan ini menjadi simbol gotong royong dan kebersamaan, menunjukkan bahwa perhatian kecil bisa membawa dampak besar bagi kehidupan warga.
Setiap sore, suara takbir dan doa yang dilantunkan anak-anak mengingatkan kita semua bahwa kebersamaan adalah kunci kekuatan. Melihat senyum bahagia anak-anak dan rasa syukur orang tua, hati kita hangat. Semoga semangat dan kepedulian seperti ini terus menyala di setiap desa, karena dari sinilah tumbuh harapan baru bagi masa depan bangsa. Bahwa kehadiran seorang Babinsa bisa menjadi pelita yang menerangi jalan anak-anak desa.