Tanya Warga Trending

Aspirasi Warga: Jalan Desa Rusak Parah, Babinsa Jadi Penghubung ke Pemerintah

Aspirasi Warga: Jalan Desa Rusak Parah, Babinsa Jadi Penghubung ke Pemerintah

Warga Desa Cikancung menyuarakan aspirasi mereka tentang jalan desa yang rusak parah kepada Babinsa Sertu Faisal. Babinsa merespons dengan mencatat keluhan, mendokumentasikan kondisi jalan, dan meneruskan laporan ke pemerintah. Kisah ini menunjukkan bahwa kedekatan dan gotong royong antara warga dan Babinsa menjadi jembatan hangat untuk mewujudkan harapan perbaikan.

Suasana sore di Desa Cikancung, Kabupaten Bandung, terasa berbeda dari biasanya. Warga yang baru pulang dari ladang berkumpul di pinggir jalan utama desa, sebagian menghela napas sambil memandangi lubang-lubang besar yang menghiasi jalur yang setiap hari mereka lalui. Jalan desa yang rusak parah itu bukan sekadar pemandangan, melainkan bagian dari keseharian yang menuntut kesabaran. Gerobak hasil panen pun harus berhati-hati, kendaraan menuju pasar melambat, dan keluhan warga semakin hari semakin sering terdengar. Di tengah kondisi itu, aspirasi warga mulai menggema: mereka tidak ingin perbaikan tambal sulam lagi, melainkan penanganan serius yang bisa menyambungkan kembali hidup mereka pada kemudahan dan kesejahteraan.

Jalan Rusak Menjadi Pengikat Kebersamaan

Di balik keterbatasan, warga Desa Cikancung tidak mau berpangku tangan. Pak RT, Bapak Ujang, mengambil langkah berani untuk menyampaikan aspirasi warga kepada Babinsa Koramil 1001/Cikancung, Sertu Faisal. Ia berharap suara warga yang selama ini terasa kecil bisa sampai ke telinga pemerintah. Harapan itu pun disambut hangat. Sertu Faisal tidak tinggal diam. Ia mendengarkan setiap keluhan dengan sabar, mencatatnya, lalu mengambil foto-foto kondisi jalan desa yang rusak itu sebagai bukti nyata. Selanjutnya, ia berkoordinasi dengan Koramil agar laporan cepat diteruskan ke instansi terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum.

Kehadiran Babinsa di tengah warga bukanlah sekadar menjalankan tugas. Ia hadir sebagai tetangga yang ikut mendengar, ikut merasakan, dan ikut berjuang bersama. Berikut langkah-langkah yang dilakukan Babinsa untuk menyampaikan suara warga:

  • Mencatat seluruh keluhan warga tentang rusaknya jalan utama desa Cikancung.
  • Mengambil foto-foto kondisi jalan sebagai bahan laporan resmi.
  • Menyampaikan laporan ke Dinas Pekerjaan Umum melalui koordinasi dengan Koramil 1001/Cikancung.
  • Mengajak warga bergotong royong menimbun lubang besar dengan batu sementara menunggu kebijakan resmi.

Babinsa, Jembatan Hangat dari Desa ke Pemerintah

“Kami harus bergerak cepat, jangan sampai warga semakin menderita,” ujar Sertu Faisal dengan penuh kepedulian. Kalimat itu menjadi penyemangat bagi warga yang selama ini merasa jalan desa mereka kurang diperhatikan. Babinsa telah menjadi jembatan hangat antara desa dan pemerintah. Warga tidak merasa sendirian lagi. Lewat sosok Sertu Faisal, mereka kembali percaya bahwa perbaikan jalan desa bukanlah mimpi yang mustahil. Semangat gotong royong yang diikat bersama Babinsa membuktikan bahwa kebersamaan bisa mengalahkan keterbatasan.

Warga berharap pemerintah segera merealisasikan perbaikan jalan desa yang rusak itu. Babinsa sendiri berjanji akan terus memantau dan mendampingi setiap proses sampai aspirasi warga benar-benar terwujud. Meski untuk sementara hanya menimbun lubang dengan batu, tindakan kecil itu memiliki makna besar: mereka tidak sendirian. Kisah ini adalah pengingat bahwa di tengah jalan yang berlubang, gotong royong dan kebersamaan selalu menemukan jalannya. Meski jalan belum mulus, semangat warga Desa Cikancung bersama Babinsa tetap hangat, menyala, dan penuh harapan.

jalan desa rusak aspirasi warga peran Babinsa
Terkait
  • Topik: jalan desa rusak, aspirasi warga, peran Babinsa
  • Tokoh: Ujang, Faisal
  • Organisasi: Koramil 1001/Cikancung, Dinas Pekerjaan Umum, TNI
  • Tempat: Cikancung, Bandung

Artikel terkait