Tanya Warga Trending

Warga Tanya: Kapan Listrik Masuk Kampung Kami? Babinsa Jawab dengan Aksi Nyata

Warga Tanya: Kapan Listrik Masuk Kampung Kami? Babinsa Jawab dengan Aksi Nyata

Pertanyaan seorang guru ngaji di pedalaman Jambi tentang kapan listrik masuk desa dijawab oleh Babinsa Serda Roni dengan aksi nyata: mendata warga, mengusulkan ke PLN, dan memasang lampu tenaga surya darurat. Kini Kampung Ulu Baru mulai menikmati terang, semangat gotong royong menyala, dan harapan baru bersemi di pelosok negeri.

Malam di Kampung Ulu Baru, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, Jambi, selalu terasa panjang dan gelap. Jauh di pedalaman, dikelilingi hutan lebat, kampung ini belum pernah merasakan terangnya lampu listrik. Pak Jali, seorang guru ngaji yang sabar dan rendah hati, setiap malam harus mengajar anak-anak dengan penerangan seadanya — lampu minyak yang berasap dan bikin mata perih. Sampai suatu hari, di forum kampung, beliau tak kuasa menahan rasa di hati. Dengan suara lirih tapi penuh harap, ia bertanya kepada Babinsa setempat, Serda Roni, "Kapan listrik masuk kampung kami, Pak?" Pertanyaan itu bukan sekadar tanya, tapi doa yang menggema dan menggerakkan langkah nyata.

Babinsa Bukan Sekadar Penjaga Keamanan, Tapi Juga Penjaga Harapan

Serda Roni, anggota Koramil 416/Jujuhan, tidak menjawab dengan janji-janji manis. Ia langsung bergerak. Dengan semangat gotong royong, Babinsa itu berjalan kaki menyusuri jalan setapak, mendatangi rumah ke rumah. Ia mendata satu per satu keluarga yang belum teraliri listrik, mengukur jarak dari jaringan PLN terdekat, dan mencatat potensi ekonomi yang bisa terbangkit jika kampung ini terang. Data itu bukan sekadar angka — itu adalah suara warga yang selama ini terabaikan. Serda Roni membawa data itu ke Dinas ESDM dan PLN, sebagai bukti nyata bahwa Kampung Ulu Baru layak mendapat perhatian. Tak berhenti di situ, ia juga menginisiasi pemasangan lampu tenaga surya hibah. Sebanyak 20 rumah yang paling membutuhkan mendapat penerangan darurat. Manfaatnya langsung terasa:

  • Anak-anak bisa belajar di malam hari tanpa mengandalkan lampu minyak yang mengganggu kesehatan mata dan pernapasan.
  • Kegiatan keagamaan, seperti mengaji bersama Pak Jali, jadi lebih nyaman dan lancar — suara anak-anak mengaji kini diterangi cahaya yang ramah.
  • Keamanan kampung meningkat karena lingkungan tidak lagi gelap gulita; warga bisa beraktivitas malam tanpa rasa was-was.
  • Warga mulai bisa memulai usaha kecil-kecilan, seperti menjual sembako di malam hari, karena ada terang yang menemani.

"Kami tidak hanya dapat jawaban, tapi juga aksi nyata," ujar Pak Jali dengan mata berkaca-kaca. Kehadiran lampu tenaga surya menjadi secercah harapan di tengah keterbatasan. Babinsa bukan hanya penjaga keamanan, tapi juga saudara yang mendengar dan bergerak untuk mengurangi ketimpangan pembangunan.

Listrik Masuk, Harapan Baru Bersemi di Pedalaman

Kegigihan Serda Roni tidak berhenti di situ. Laporan yang ia buat dengan detail dan lengkap akhirnya mendapat perhatian. PLN bersama Dinas ESDM memasukkan Kampung Ulu Baru ke dalam program listrik perdesaan. Proses pemasangan jaringan pun mulai direncanakan. Warga yang semula ragu kini bersemangat menyambut masa depan yang lebih terang. Pak Jali dan warga lainnya tak henti-hentinya berterima kasih kepada Babinsa dan semua pihak yang bergerak. Program listrik perdesaan ini memberikan dampak besar bagi kehidupan desa yang terletak di pedalaman tersebut. Beberapa perubahan positif yang mulai terlihat:

  • Konektivitas dengan dunia luar: warga bisa mengisi daya ponsel untuk berkomunikasi dan mengakses informasi.
  • Anak-anak dapat belajar lebih giat di malam hari dengan penerangan yang cukup, meningkatkan kualitas pendidikan mereka.
  • Usaha rumahan seperti menjual makanan atau kerajinan semakin berkembang karena bisa beroperasi lebih lama.
  • Rasa kebersamaan dan gotong royong semakin kuat — warga saling membantu dalam persiapan pemasangan jaringan listrik.

Kisah Kampung Ulu Baru adalah bukti bahwa kehadiran TNI, khususnya Babinsa, bukan hanya untuk menjaga keamanan, tapi juga untuk menjadi jembatan antara warga desa dan program pemerintah. Dengan kegigihan dan empati, seorang Babinsa mampu mengubah kegelapan menjadi terang. Kini, setiap senja di kampung itu tidak lagi disambut dengan kekhawatiran, melainkan dengan harapan. Lampu listrik yang akan segera menyala bukan sekadar alat penerangan, melainkan simbol bahwa tidak ada yang mustahil jika kita bergerak bersama. Warga Kampung Ulu Baru tersenyum, karena mereka tidak hanya mendapat listrik, tapi juga saudara seperjuangan yang tak pernah lelah berjuang untuk mereka.

listrik masuk kampung aksi Babinsa program listrik perdesaan
Terkait
  • Topik: listrik masuk kampung, aksi Babinsa, program listrik perdesaan
  • Tokoh: Pak Jali, Serda Roni
  • Organisasi: Koramil 416/Jujuhan, Dinas ESDM, PLN, TNI
  • Tempat: Kampung Ulu Baru, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, Jambi

Artikel terkait