Kabar Desa Kita Trending

Warga Desa Terpencil di Halmahera Utara Akhirnya Nikmati Listrik 24 Jam Berkat Program TNI

Warga Desa Terpencil di Halmahera Utara Akhirnya Nikmati Listrik 24 Jam Berkat Program TNI

Warga Desa Loloda, Halmahera Utara, akhirnya menikmati listrik 24 jam dari PLTMH yang dibangun TNI dan masyarakat. Program TNI Manunggal Air dan Listrik Desa ini mengubah kehidupan warga, dari anak-anak yang bisa belajar malam hingga Simon yang kini menyimpan ikan asin di kulkas. Kebersamaan selama pembangunan menjadi kunci dan kehangatan yang terus menyala di desa terpencil itu.

Malam di Desa Loloda, sebuah desa terpencil di Halmahera Utara, kini tidak lagi gelap gulita. Selama puluhan tahun, warga hanya bisa menikmati listrik sekitar enam jam sehari dari generator desa. Namun, pada 15 Oktober 2026, kegembiraan memenuhi rumah-rumah mereka: listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) resmi beroperasi penuh 24 jam. Cahaya terang yang dulu hanya menjadi mimpi, kini menjadi kenyataan hangat yang menyatukan warga.

Kebersamaan yang Menyalakan Terang di Loloda

Semua ini bermula dari Program TNI Manunggal Air dan Listrik Desa, sebuah bentuk kedekatan teritorial antara TNI dan masyarakat. Selama empat bulan, puluhan prajurit dari Kodim 1506/Pas bersama warga setempat bergotong-royong membangun bendungan kecil, memasang pipa, dan merakit turbin. Letkol Inf. Rudi Santoso, Dandim 1506/Pas, menuturkan bahwa semua dilakukan secara manual dengan medan yang berat. "Semua dikerjakan manual, medan berat, tapi semangat warga luar biasa," ujarnya. Semangat yang sama lah yang membuat pembangunan listrik di desa terpencil ini berhasil tuntas.

Harapan Baru di Rumah-rumah Warga

Kehadiran listrik 24 jam ini membawa perubahan nyata dalam kehidupan warga. Simon (45), salah satu warga, langsung memasang kulkas di rumahnya. "Saya sudah beli ikan asin satu karung, bisa disimpan lama tanpa khawatir busuk. Anak-anak juga bisa belajar malam, dulu cuma pakai lampu minyak," ceritanya penuh syukur. Di malam pertama, desa menggelar syukuran sederhana sebagai ungkapan rasa syukur bersama.

  • Simon kini bisa menyimpan ikan asin dalam kulkas tanpa takut busuk, sesuatu yang mustahil dilakukan sebelumnya.
  • Anak-anak bisa belajar di malam hari dengan lampu yang terang, tak lagi mengandalkan lampu minyak yang redup.
  • Malam pertama aliran listrik menyala dirayakan dengan syukuran sederhana oleh seluruh warga desa.

Bagi warga Desa Loloda, listrik bukan sekadar penerangan. Ini adalah kehadiran pembangunan yang dirasakan langsung oleh mereka yang tinggal jauh di pelosok Halmahera. Program TNI ini menjadi bukti bahwa pembangunan tidak melupakan desa-desa terpencil. Kedekatan antara prajurit dan warga selama empat bulan membangun dari nol telah menciptakan ikatan yang kuat, bukan hanya fisik tapi juga batin.

Kini, ketika malam tiba, suara dengung generator tidak lagi memekakkan telinga, digantikan aliran listrik yang tenang dari PLTMH. Anak-anak bermandikan cahaya lampu belajar, ibu-ibu tersenyum melihat kulkas menyala, dan bapak-bapak berkumpul tanpa khawatir listrik padam. Semua ini bermula dari kebersamaan. Sebab, di desa terpencil seperti Loloda, kehangatan gotong royong adalah energi yang paling kuat. Dan dengan listrik yang menyala 24 jam, harapan baru terus menyala di hati setiap warga.

listrik 24 jam program TNI PLTMH desa terpencil
Terkait
  • Topik: listrik 24 jam, program TNI, PLTMH, desa terpencil
  • Tokoh: Rudi Santoso, Simon
  • Organisasi: TNI, Kodim 1506/Pas, Program TNI Manunggal Air dan Listrik Desa
  • Tempat: Halmahera Utara, Desa Loloda, Kecamatan Loloda Utara

Artikel terkait