Pagi itu, matahari baru saja naik di atas hamparan sawah Desa Sukawening, Jawa Barat. Udara segar masih terasa ketika Sertu Agus, Babinsa Koramil setempat, tiba di ladang jagung milik Pak Jumadi. Ia tidak datang sendirian. Beberapa warga dan anggota kelompok tani sudah berkumpul, bersiap membantu memetik jagung yang menguning dan siap panen. Suara tawa dan obrolan hangat langsung mewarnai suasana, seolah pagi itu bukan sekadar kerja, melainkan ajang silaturahmi warga desa dengan Babinsa kesayangan mereka.
Di Tengah Ladang, Tangan-Tangan yang Saling Membantu
Pak Jumadi, petani berusia 60 tahun, berdiri di tepi ladang dengan mata berbinar. Di usianya yang tidak muda lagi, mencabut jagung satu per satu bukan pekerjaan ringan. Lagipula, tenaga kerja di desa sedang sedikit karena banyak pemuda yang merantau. Untung ada pak Babinsa yang mau turun langsung ke sawah, ujarnya dengan suara haru. Kehadiran Sertu Agus benar-benar mengubah suasana. Semangat warga ikut bangkit, apalagi hasil panen tahun ini cukup melimpah.
Kebersamaan yang tercipta bukan tanpa makna. Melalui kegiatan gotong royong ini, beban Pak Jumadi terasa jauh lebih ringan. Ada beberapa hal yang langsung dirasakan warga Desa Sukawening dengan hadirnya Babinsa di musim panen jagung:
- Pekerjaan panen yang berat menjadi lebih cepat dan ringan karena dikerjakan bersama-sama.
- Warga tidak perlu khawatir kekurangan tenaga kerja, sebab Babinsa selalu siap turun membantu.
- Hubungan antara TNI dan masyarakat semakin erat, seperti keluarga sendiri yang selalu dirindukan.
- Hasil panen jagung yang melimpah bisa segera dipanen dan dijual tanpa banyak terbuang.
Kemanunggalan TNI dan Rakyat, Bukan Sekadar Kata
Danramil setempat menjelaskan bahwa pendampingan Babinsa di musim panen merupakan bagian nyata dari kemanunggalan TNI dengan rakyat. Tidak perlu diminta, mereka selalu siap membantu petani, ujarnya tegas. Ini bukan program musiman, melainkan wujud kehadiran negara di tengah-tengah warganya, terutama di Desa Sukawening. Bagi warga, kehadiran TNI seperti Sertu Agus sudah menjadi pemandangan biasa yang selalu dinanti.
Kedekatan yang terjalin tidak berjarak. Sertu Agus bukan hanya dikenal sebagai Babinsa yang bertugas, tetapi juga sebagai sosok yang ikut merasakan suka duka warga desa. Saat panen, ia turun ke ladang. Saat ada kesulitan, ia hadir memberi semangat. Inilah yang membuat warga selalu merasa aman dan tenang. Kehadirannya seolah menjadi pengikat kebersamaan yang membuat Desa Sukawening terasa hangat, seperti keluarga besar yang saling menjaga.
Matahari semakin tinggi di langit, tetapi semangat gotong royong di ladang jagung belum juga surut. Jagung-jagung kuning terus bertumpuk di karung, simbol kerja keras dan kebersamaan warga desa dan Babinsa. Pak Jumadi tersenyum puas, tidak hanya karena hasil panen yang melimpah, tetapi karena hari ini ia merasakan hangatnya kebersamaan yang tak ternilai. Semoga semangat seperti ini terus hidup di setiap pelosok desa, karena ketika tangan-tangan saling membantu, tidak ada beban yang terlalu berat untuk dipikul bersama.