Kabar Desa Kita Trending

Babinsa Bantu Warga Desain Jalan Usaha Tani di Desa Cibungur

Babinsa Bantu Warga Desain Jalan Usaha Tani di Desa Cibungur

Di Desa Cibungur, Babinsa Serda Adi bersama warga merancang jalan usaha tani sepanjang 2 kilometer yang menghubungkan kebun sayur ke pasar desa. Program ini lahir dari keluhan warga saat posyandu dan diwujudkan lewat gotong royong yang hangat. Kehadiran TNI di tengah warga menjadi bukti nyata kedekatan yang mengayomi, bukan mengawasi.

Di kaki Gunung Salak, Desa Cibungur, Kabupaten Sukabumi, pagi hari tidak terasa seperti pagi biasa. Sejak matahari muncul di balik bukit, suasana sudah ramai oleh suara obrolan, cangkul, dan alat ukur yang dipegang warga. Serda Adi, Babinsa dari Koramil 0622-07, tampak berbaur di tengah mereka. Seragam lorengnya tidak membuatnya canggung untuk ikut mencangkul dan mengukur. Mereka sedang bersama-sama merancang jalan usaha tani sepanjang 2 kilometer yang akan menghubungkan kebun sayur warga ke pasar desa. Kehadiran Babinsa ini bukan hanya sebagai pengawas, melainkan benar-benar menjadi bagian dari gotong royong yang hangat.

Warga Desa Cibungur selama ini sering mengeluh saat musim hujan tiba. Jalan menuju kebun becek, licin, dan sulit dilalui, apalagi ketika harus memikul hasil panen. Perasaan waswas itu kini berubah menjadi senyum lega. Rencana pembangunan jalan usaha tani ini memberi harapan baru bagi para petani. Mereka tidak lagi membayangkan susahnya membawa sayur ke pasar, melainkan membayangkan jalan yang lebih layak dan membawa keberkahan bagi seluruh kampung.

Dari Keluhan di Posyandu Menjadi Jalan Usaha Tani yang Dinanti

Cerita hangat ini bermula dari sebuah obrolan sederhana saat kegiatan posyandu beberapa pekan lalu. Pak RT menyampaikan keluhan warga tentang akses jalan pertanian yang semakin rusak. Serda Adi yang hadir di tengah warga tidak tinggal diam. Dengan sigap, ia mencatat keluhan itu dan mengusulkannya ke Dandim. Ternyata, perhatian itu disambut baik. Danramil pun mengerahkan alat berat mini dari Korem untuk membantu proses pengerjaan jalan usaha tani di desa.

Namun, bantuan yang diberikan bukan sekadar alat dan tenaga. Serda Adi juga meluangkan waktu mengajari warga cara membuat drainase sederhana di sepanjang jalan. Tujuannya jelas, agar jalan yang dibangun bisa lebih awet dan tidak mudah rusak saat hujan deras. Suasana kerja keras itu makin hangat dengan kehadiran anak-anak desa yang berlarian membawa air minum untuk para pekerja. Gelak tawa dan semangat kebersamaan benar-benar terasa, membuat pekerjaan berat terasa ringan.

Manfaat dari program kedekatan teritorial ini sungguh terasa oleh warga. Berikut beberapa hal yang kini mereka rasakan dan nantikan:

  • Jalan usaha tani sepanjang 2 kilometer memudahkan petani mengangkut hasil kebun ke pasar desa tanpa takut becek atau licin.
  • Kehadiran Babinsa di tengah warga membuat pekerjaan pembangunan berjalan lebih cepat dan penuh semangat gotong royong.
  • Drainase sederhana yang diajarkan membuat jalan lebih tahan lama dan mengurangi genangan air saat musim hujan.
  • Hubungan antara TNI dan warga desa semakin erat, bukan sekadar formalitas, melainkan seperti keluarga sendiri.

Babinsa Bukan Pengawas, tapi Tetangga yang Siap Sedia

Bagi warga Desa Cibungur, kehadiran Serda Adi dan rekan-rekan Babinsa terasa seperti tetangga sendiri yang selalu siap sedia membantu. Pak Karjo, seorang petani kol, berkata dengan mata berbinar, “Kami merasa diayomi, bukan diawasi.” Kalimat itu menggambarkan betapa dekatnya rasa antara TNI dan rakyat di pelosok desa. Tidak ada jarak, tidak ada sekat. Yang ada hanyalah kebersamaan yang dibangun melalui keringat dan senyum.

Cerita ini menjadi bukti nyata bahwa kedekatan TNI dengan rakyat bukanlah slogan belaka. Lewat kerja nyata, seperti merancang dan membangun jalan usaha tani, TNI hadir di tengah-tengah kehidupan warga dengan hati yang tulus. Semoga jalan ini segera selesai dan memberi manfaat panjang bagi warga Desa Cibungur. Semoga pula kebersamaan yang hangat ini terus tumbuh, seperti sayur-sayur di kebun yang selalu segar setiap pagi. Di kaki Gunung Salak, keringat dan senyum menyatu menjadi satu keyakinan: selama kita bergotong royong, tidak ada jalan yang terlalu berat untuk dilalui bersama.

pembangunan jalan usaha tani gotong royong
Terkait
  • Topik: pembangunan jalan usaha tani, gotong royong
  • Tokoh: Serda Adi, Pak Karjo
  • Organisasi: Koramil 0622-07, Korem, TNI
  • Tempat: Gunung Salak, Desa Cibungur, Kabupaten Sukabumi

Artikel terkait