Di Desa Ngedukelu, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, pagi itu berbeda. Warga yang biasanya sibuk menyiapkan ember dan jeriken untuk berjalan kaki sejauh 5 kilometer ke sungai, kini justru berkumpul di satu titik dengan wajah berbinar. Sebuah sumur bor baru saja diresmikan langsung oleh Bupati Flores Timur bersama Komandan Kodim 1623/Flotim. Saat air bersih pertama kali memancar dari pipa, pekik gembira dan tepuk tangan pecah. Ada yang berjingkrak, ada pula yang berlinang air mata. Bagi mereka, air bukan sekadar kebutuhan — air adalah kehidupan yang selama ini begitu mahal harganya.
Gotong Royong Warga dan TNI, Sumur Bor Jadi Nyata
Proyek sumur bor ini bukan kerja biasa. Para prajurit TNI dari Zeni tempur turun langsung mengebor tanah hingga kedalaman 80 meter, sementara warga bergotong royong membangun bak penampung dan pipanisasi ke rumah-rumah. Tak ada yang mengeluh letih, karena setiap tetes keringat adalah janji akan air bersih yang selama ini hanya mimpi. Kini, setelah berminggu-minggu bekerja bahu-membahu, hasilnya sudah bisa dirasakan.
- Tak perlu lagi jalan 5 kilometer: Warga tak perlu lagi mengeluarkan tenaga ekstra hanya untuk mendapatkan air, apalagi saat musim kemarau tiba.
- Ibu Maria bisa mencuci tanpa antre: Seorang ibu rumah tangga, Maria, mengaku sudah tak sabar mencuci baju anak-anaknya tanpa harus mengantre panjang di sungai yang sering kering.
- Air bersih mengalir ke pekarangan: Pipa-pipa kecil membawa air langsung ke depan rumah, memudahkan seluruh keluarga.
Sinergi TNI dan Pemerintah, Harapan Baru untuk Flores Timur
Bupati Flores Timur tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Dalam sambutan, ia berterima kasih atas sinergi yang terjalin antara TNI dan pemerintah daerah. "Ini bukti bahwa ketika kita bersama, tidak ada yang mustahil. Air bersih adalah hak dasar warga, dan kita wujudkan hari ini," ujarnya penuh haru. Dandim 1623/Flotim pun menegaskan bahwa TNI akan terus hadir membantu pembangunan infrastruktur dasar di pelosok, terutama di desa-desa yang sering dilanda kekeringan. Sumur bor ini dijadikan pilot project untuk desa-desa lain di Pulau Flores yang juga merindukan air bersih.
Senja mulai turun di Ngedukelu, namun udara terasa lebih segar. Anak-anak bermain di sekitar bak penampung, sesekali membasuh muka dengan air yang jernih. Para ibu sibuk menimba, tersenyum lebar. Sumur bor ini bukan sekadar lubang di tanah — ia adalah simbol kebersamaan, gotong royong, dan kasih sayang antara TNI, pemerintah, dan warga. Semoga dari sini, semakin banyak desa yang merasakan kehangatan air bersih dan semangat persatuan yang tak pernah padam.