Tanya Warga Trending

Warga Desa Prapatan Keluhkan Jalan Rusak, Babinsa Langsung Koordinasi dengan PUPR

Warga Desa Prapatan Keluhkan Jalan Rusak, Babinsa Langsung Koordinasi dengan PUPR

Di Desa Prapatan, Lumajang, jalan desa yang rusak parah membuat petani seperti Pak Roni kesulitan mengangkut hasil bumi. Babinsa Pelda Sutrisno cepat bertindak dengan mendokumentasikan kondisi dan berkoordinasi dengan PUPR, sehingga dalam tiga hari tim survey datang dan menjanjikan perbaikan. Kisah ini menunjukkan bahwa kehadiran TNI melalui program ‘Babinsa Menjembatani’ mampu menghubungkan keluhan warga dengan solusi pemerintah, menumbuhkan kembali harapan di tengah lumpur.

Di Desa Prapatan, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, hujan sore itu turun tanpa ampun. Jalan desa yang sudah lama tak tersentuh aspal semakin becek dan berlubang. Pak Roni, petani jagung yang sehari-hari mengolah sawah di ujung desa, berdiri di tepi jalan sambil menggeleng kepala. Motor bebeknya diparkir di pinggir, rodanya terperosok di lumpur. “Pak, akses ke sawah susah, makin parah jadinya,” keluhnya saat Babinsa Pelda Sutrisno lewat sambil membawa buku catatan. Keluhan warga seperti ini bukan pertama kali ia dengar, tapi kali ini ada yang berbeda—Babinsa itu langsung bereaksi.

Curhat di Tengah Jalan Berlumpur, Babinsa Bergerak Cepat

Pelda Sutrisno tak hanya mendengar keluhan Pak Roni. Ia mengeluarkan ponsel, memotret genangan air dan batu-batu tajam yang menyembul di permukaan jalan. Dalam hitungan jam, dokumentasi itu dikirim ke Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Lumajang. “Saya cuma perantara, tapi yang penting cepat ditindaklanjuti,” ujarnya sambil tersenyum. Dan benar saja, dalam waktu tiga hari, tim survey dari PUPR sudah turun ke lapangan. Mereka mengukur lebar jalan, mencatat titik-titik rusak, dan berjanji akan memasukkan perbaikan jalan desa ini ke dalam anggaran perubahan tahun ini.

  • Akses pertanian lancar: Pak Roni dan petani lain bisa mengangkut hasil jagung dan palawija tanpa khawatir terperosok.
  • Anak sekolah aman: Murid-murid SD di desa itu tak perlu lagi berjalan kaki melewati kubangan air setiap pagi.
  • Mobil ambulans leluasa: Warga yang sakit darurat tak perlu takut jalan rusak menghambat evakuasi.
  • Harga jual hasil bumi stabil: Tengkulak lebih mudah masuk, harga tak lagi ditekan biaya angkut.

Babinsa Menjembatani: TNI Hadir di Setiap Rintisan Desa

Program ‘Babinsa Menjembatani’ yang dijalankan Koramil Jatiroto ini memang sederhana tapi dampaknya besar. Selama ini, banyak aspirasi warga desa seperti keluhan soal jalan rusak sering mentok di meja RT atau desa. Tapi dengan adanya Babinsa yang rutin sambang, setiap curhat langsung ditampung dan dikoordinasikan ke instansi terkait. “Dulu saya pikir TNI cuma urusan perang, ternyata mereka juga sibuk urus jalan kampung,” celetuk Pak Roni sambil tertawa. Pelda Sutrisno hanya mengangguk, “Ini tugas kami, menjaga kedekatan dengan rakyat.”

Kisah di Desa Prapatan ini menjadi bukti bahwa kerja sama antara TNI dan pemerintah daerah seperti PUPR bisa mewujudkan perubahan nyata. Jalan desa yang dulu seperti kubangan rawa, kini mulai terlihat harapan. Warga tak lagi sungkan menyampaikan keluhan warga karena ada Babinsa yang selalu siap menjembatani. “Kami hanya ingin desa ini nyaman untuk ditinggali,” kata Sutrisno sambil menutup buku catatannya. Senja pun tiba, lampu-lampu mulai menyala di rumah-rumah petak, dan di kejauhan suara burung hutan terdengar sayup. Semua bergerak, perlahan tapi pasti—dari curhat di pinggir jalan, ke meja dinas, lalu kembali ke tanah yang basah oleh hujan. Itulah kedekatan yang hangat, antara warga dan pembela mereka.

kerusakan jalan koordinasi Babinsa dengan PUPR pembangunan desa
Terkait
  • Topik: kerusakan jalan, koordinasi Babinsa dengan PUPR, pembangunan desa
  • Tokoh: Pak Roni, Pelda Sutrisno
  • Organisasi: Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), TNI
  • Tempat: Desa Prapatan, Kecamatan Jatiroto, Lumajang, Jawa Timur

Artikel terkait