Tanya Warga Trending

Warga Desa di Seram Bagian Timur Keluhkan Harga Pupuk Mahal, Babinsa Catat Aspirasi

Warga Desa di Seram Bagian Timur Keluhkan Harga Pupuk Mahal, Babinsa Catat Aspirasi

Di bale desa Werinama, Babinsa Kopda Ruslan mendengarkan langsung keluhan para petani soal pupuk mahal dan langka. Aspirasi warga dicatat untuk diperjuangkan ke Dinas Pertanian dan komando. Hangatnya kebersamaan menjadi harapan baru bagi warga Seram Bagian Timur.

Di bale desa Werinama, Kecamatan Seram Bagian Timur, Maluku, suasana sore itu terasa berbeda. Puluhan petani duduk lesehan, saling berbagi cerita sambil sesekali menghela napas. Di tengah mereka, duduk bersila seorang Babinsa, Kopda Ruslan, yang tak asing lagi di mata warga. Bukan tanpa tujuan, kehadirannya kali ini untuk mendengar langsung keluh kesah para petani yang selama ini mengandalkan ladang dan kebun untuk menghidupi keluarga. Harga pupuk yang terus merangkak naik, menjadi beban yang tak bisa dianggap enteng.

Curhat Hangat di Bale Desa: Ketika Babinsa Menjadi Saudara Petani

Suasana kekeluargaan begitu terasa saat Kopda Ruslan membuka perbincangan dengan kalimat yang menenangkan. 'Saya di sini sebagai saudara, bukan sebagai aparat. Ceritakan kesulitannya,' ujarnya dengan nada bersahabat. Kalimat itu seperti membuka keran aspirasi warga. Satu per satu petani bergantian menyampaikan keluhan mereka. Ada yang mengeluhkan pupuk urea yang langka, ada pula yang mengeluh harga pupuk NPK yang melambung tinggi. Tak jarang, mereka juga bercerita tentang jauhnya jarak ke kios pupuk yang membuat biaya transportasi menjadi tambahan beban harian.

Kopda Ruslan mendengarkan dengan saksama. Sebuah buku saku kecil setia mencatat setiap aspirasi yang disampaikan warga. Baginya, catatan itu bukan sekadar coretan biasa, melainkan jembatan antara kebutuhan warga dan pemerintah. Lewat buku itulah nanti ia sampaikan ke Dinas Pertanian dan komando atas. 'Aspirasi ini akan saya sampaikan. Kami akan kawal agar petani tidak terus merugi,' tegasnya disambut anggukan lega para petani. Bagi warga, kehadiran Babinsa yang mau duduk dan mendengar sudah seperti angin segar di tengah keterbatasan.

Pupuk Mahal dan Harapan yang Mengakar

Persoalan pupuk mahal memang bukan cerita baru di desa-desa. Namun, saat didampingi sosok yang dekat dan peduli, beban itu terasa lebih ringan. Kopda Ruslan tak hanya mencatat keluhan, tapi juga memberikan informasi yang selama ini mungkin belum banyak diketahui warga. Ia menyebutkan tentang program Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian yang bisa menjadi modal tambahan. Ia juga mengabarkan adanya bantuan benih dari pemerintah yang bisa dimanfaatkan petani untuk musim tanam berikutnya. Informasi itu disambut hangat, karena warga merasa tidak berjalan sendirian.

Setidaknya, ada beberapa hal yang menjadi catatan penting dari pertemuan hangat ini, antara lain:

  • Harga pupuk bersubsidi yang dirasa semakin memberatkan petani di Seram Bagian Timur.
  • Kelangkaan pupuk urea dan mahalnya pupuk NPK di pasaran.
  • Jarak tempuh yang jauh menuju kios pupuk sebagai kendala tambahan.
  • Adanya program KUR pertanian dan bantuan benih yang perlu disosialisasikan lebih luas.
  • Peran aktif Babinsa dalam menjaring aspirasi dan memperjuangkan kepentingan petani.

Melalui catatan dan langkah nyata yang dilakukan Kopda Ruslan, warga Desa Werinama kini punya harapan baru. Mereka tidak lagi merasa sendirian menghadapi mahalnya harga pupuk. Gotong royong antara warga dan aparat teritorial menjadi bukti bahwa negara hadir di tengah kesulitan rakyatnya. Semoga apa yang dicatat di buku saku itu tidak berhenti menjadi catatan, tetapi menjelma menjadi kebijakan yang membawa kesejahteraan bagi para petani di tanah Seram.

Matahari sore semakin condong, namun hangatnya kebersamaan di bale desa itu masih terasa hingga kini. Kopda Ruslan berpamitan, tetapi janji untuk terus mendampingi warga sudah terpatri di hati. Di Desa Werinama, pupuk memang mahal, tetapi kebersamaan dan kepedulian tidak ternilai harganya. Semoga para petani tetap semangat menggarap ladang, karena di ujung jalan yang berliku, selalu ada harapan yang menunggu untuk dipanen.

harga pupuk mahal keluhan petani Babinsa catat aspirasi
Terkait
  • Topik: harga pupuk mahal, keluhan petani, Babinsa catat aspirasi
  • Tokoh: Kopda Ruslan
  • Organisasi: Dinas Pertanian, Kredit Usaha Rakyat (KUR)
  • Tempat: Werinama, Seram Bagian Timur, Maluku

Artikel terkait