Kabar Desa Kita Trending

Warga Desa di Lombok Utara Buat Taman Baca Berkat Lahan Sumbangan TNI

Warga Desa di Lombok Utara Buat Taman Baca Berkat Lahan Sumbangan TNI

Di Dusun Tembung, Lombok Utara, lahan sumbangan TNI kini menjadi taman baca yang penuh kehangatan. Anak-anak yang dulu bermain di sungai kini asyik membaca, berkat gotong royong warga dan bimbingan relawan. Kisah ini membuktikan bahwa literasi bisa tumbuh di mana saja, asal ada kepedulian dan kebersamaan.

Sore hari di Dusun Tembung, Desa Gangga, Lombok Utara, perlahan berubah. Dulu, waktu seperti ini selalu diisi suara riang anak-anak yang asyik bermain di sungai. Kini, pemandangan berbeda menyapa: di bawah rindangnya pohon, puluhan bocah duduk lesehan di atas tikar, asyik membuka buku cerita bergambar. Suara gumam membaca terdengar lembut, sesekali diselingi gelak tawa. Taman baca sederhana ini lahir dari kepedulian TNI dan semangat gotong royong warga desa. Di sinilah literasi mulai bersemi, menggantikan kebiasaan lama yang kurang aman.

Dari Lahan Kosong Jadi Rumah Bacaan: TNI dan Warga Bergandeng Tangan

Lahan tempat taman baca ini berdiri adalah sumbangan langsung dari Kodim 1606. Babinsa setempat, Sertu Indra, menjadi penggerak yang tak kenal lelah. Dengan bantuan warga, ia merakit rak buku dari papan kayu bekas yang masih layak pakai. Lahan kosong yang dulu hanya semak belukar kini berubah menjadi ruang baca teduh dan nyaman. "Kami ingin anak-anak punya tempat belajar yang menyenangkan, meski di desa," ujar Sertu Indra dengan senyum penuh semangat. Gotong royong menjadi kunci: semua pihak bahu-membahu mengumpulkan kayu, mengecat rak, hingga menata koleksi buku. Kini, taman baca itu memiliki 500 buku sumbangan dari warga kota, mulai dari dongeng hingga ensiklopedia mini. Kehadirannya mengingatkan kita bahwa dengan kebersamaan, lahan kosong bisa menjelma menjadi sumber mimpi.

Perubahan Nyata: Anak-Anak Beralih dari Sungai ke Buku

Setiap sore, taman baca selalu ramai. Anak-anak datang berbondong-bondong setelah membantu orang tua di ladang. Mereka duduk lesehan, membaca bersama dengan riang. Kepala Desa Gangga, Bapak Husni, mengaku bangga dengan inisiatif ini. "Kegiatan ini telah mengurangi waktu bermain anak di sungai yang berbahaya. Mereka jadi lebih tertib dan gemar membaca," katanya. Tak hanya itu, para relawan mahasiswa turut hadir setiap pekan untuk mengajar baca tulis dan berhitung. Berikut beberapa manfaat yang dirasakan warga:

  • Anak-anak memiliki aktivitas positif setiap sore, menggantikan kebiasaan bermain di sungai yang berisiko.
  • Semangat literasi meningkat; banyak bocah yang sebelumnya sulit mengakses buku kini rajin membaca.
  • Relawan mahasiswa membantu memperkuat kemampuan dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung.
  • Koleksi buku yang terus bertambah membuat anak-anak semakin penasaran dan gemar belajar.

Dari lahan sumbangan TNI, semangat literasi kini menyala terang di Dusun Tembung. Anak-anak yang dulu hanya punya sungai sebagai teman bermain, kini punya rumah bacaan sendiri. Kehadiran taman baca ini membuktikan bahwa dengan gotong royong, desa bisa berdaya. Semoga semakin banyak taman serupa lahir di Lombok Utara dan pelosok negeri, karena setiap anak berhak atas cerita dan mimpi dari halaman buku. Di setiap sudut desa, mimpi bisa tumbuh—dari buku, dari kebersamaan, dan dari hati yang peduli.

Taman Baca TNI Pendidikan Desa
Terkait
  • Topik: Taman Baca, TNI, Pendidikan Desa
  • Tokoh: Indra, Husni
  • Organisasi: Kodim 1606, TNI
  • Tempat: Dusun Tembung, Desa Gangga, Lombok Utara

Artikel terkait