Tanya Warga Trending

Warga Desa Cikole: Kapan Jalan Aspal Kami Diperbaiki?

Warga Desa Cikole: Kapan Jalan Aspal Kami Diperbaiki?

Warga Desa Cikole masih berjuang dengan jalan aspal yang rusak, namun kehadiran program 'Tanya Warga' membawa harapan baru. Lewat dialog hangat dengan TNI, mereka merasa didengar dan yakin perubahan akan datang. Kebersamaan menjadi kunci untuk mewujudkan infrastruktur yang layak.

Senja di Desa Cikole, Kecamatan Lembang, bukanlah waktu yang tenang. Suara motor yang terpeleset di lumpur, anak-anak sekolah yang pulang dengan seragam kotor, dan petani yang mengeluh karena hasil panen sulit diangkut—semua itu jadi pemandangan biasa. Jalan utama desa sepanjang tiga kilometer itu sudah tiga tahun tidak tersentuh aspal. Setiap musim hujan, jalan berubah jadi kubangan lumpur yang menguras tenaga dan kesabaran. Warga pun bertanya-tanya, kapan jalan aspal di Desa Cikole ini akan diperbaiki?

Saat Aspal Berlumpur, Harapan Tak Pernah Pudar

Pak RT Asep, dengan nada pasrah namun penuh harap, bercerita, “Kami sudah sering mengadu ke pemerintah desa dan kecamatan, tapi belum ada tindak lanjut. Padahal jalan ini vital untuk mengangkut hasil pertanian dan anak-anak sekolah.” Kata-katanya mewakili suara puluhan kepala keluarga yang setiap hari menembus lumpur demi menghidupi keluarga. Seorang petani bawang merah menambahkan, “Kami hanya ingin jalan yang layak, karena kami juga membayar pajak.” Kerusakan jalan desa ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi soal infrastruktur yang menjadi nadi perekonomian desa. Berikut dampak yang dirasakan warga:

  • Hasil pertanian seperti bawang merah dan sayuran sering rusak di perjalanan karena jalan bergelombang dan licin.
  • Anak-anak sekolah terpaksa berjalan kaki lebih jauh melewati jalur alternatif yang lebih aman, tapi memakan waktu.
  • Mobil ambulan dan kendaraan darurat kesulitan menjangkau rumah warga saat musim hujan.

Meski lumpur dan genangan air menjadi teman sehari-hari, semangat warga tak pernah padam. Mereka tetap berharap ada perubahan, dan percaya bahwa suara mereka akan didengar.

Program 'Tanya Warga': Jembatan Aspirasi antara TNI dan Masyarakat

Di tengah keprihatinan itu, hadir program “Tanya Warga” yang digagas oleh Koramil setempat bersama media Obrolin. Program ini menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Danramil Lembang, Kapten Dedi, turun langsung ke lapangan. Dengan sabar ia mendengarkan keluhan warga yang hadir di balai desa. “Kami akan koordinasikan dengan Dinas PUPR. Semoga ada alokasi anggaran tahun depan,” ujarnya mantap. Program yang rutin digelar setiap bulan ini bukan sekadar seremonial, tapi benar-benar menjadi ruang dialog antara TNI dan masyarakat desa.

Warga pun merasa didengar. Kehadiran TNI dan media membawa secercah harapan. “Setidaknya ada yang mau mendengar keluhan kami. Kami tidak sendirian,” kata seorang ibu yang ikut dalam sesi tanya jawab. Dalam setiap pertemuan, warga tidak hanya menyampaikan soal aspal, tetapi juga kebutuhan lain seperti penerangan jalan dan drainase. Semua dicatat dan ditindaklanjuti. Kapten Dedi juga menegaskan bahwa program ini akan terus berjalan, karena infrastruktur yang baik adalah hak setiap warga, termasuk di pelosok desa.

Malam mulai merambat di Desa Cikole, namun api harapan warga tak kunjung padam. Mereka percaya, dengan kebersamaan antara warga, TNI, dan pemerintah, jalan aspal yang layak bukan lagi sekadar impian. Seperti kata Pak RT di ujung obrolan, “Selama masih ada yang peduli, kami yakin ada jalan menuju perubahan.” Gotong royong dan kepedulian dari semua pihak menjadi kunci untuk mewujudkan jalan desa yang aman dan nyaman, sehingga anak-anak bisa sekolah tanpa takut kotor, petani bisa mengangkut hasil panen dengan tenang, dan setiap warga bisa menjalani hidup dengan lebih baik.

jalan rusak aspirasi warga perbaikan jalan desa
Terkait
  • Topik: jalan rusak, aspirasi warga, perbaikan jalan desa
  • Tokoh: Asep, Kapten Dedi
  • Organisasi: Koramil, Obrolin, Dinas PUPR, TNI
  • Tempat: Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat

Artikel terkait