Di kawasan pegunungan yang menyejukkan, Distrik Oksibil di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, menjadi saksi sebuah pemandangan yang menghangatkan hati. Pagi itu, puluhan warga desa berjalan kaki menuju posko TNI setempat. Mereka datang bukan untuk mengeluh, melainkan untuk bertanya — dengan polos dan penuh harap. "Bantuan apa saja yang bisa kami rasakan di desa?" begitu kira-kira isi hati yang mereka lontarkan. Ada yang ingin tahu soal pupuk, ada pula yang butuh cara mengurus kartu keluarga. Semua pertanyaan itu tulus, membuktikan bahwa warga ingin menjadi bagian dari program-program yang ada.
Menggenggam Harapan Lewat "Tanya Warga" di Pegunungan Bintang
Babinsa yang bertugas di sana menyambut warga satu per satu. Dengan sabar ia mendengarkan setiap pertanyaan, tanpa tergesa-gesa. Warga pun curhat bahwa mereka selama ini hanya mendengar nama program pemerintah, tetapi tidak tahu cara mengaksesnya. Babinsa lalu menjelaskan program ketahanan pangan yang bisa membantu para petani, bantuan sosial untuk yang kurang mampu, serta layanan administrasi kependudukan yang bisa diurus melalui posko:
- Program ketahanan pangan — bantuan bibit, pupuk, dan pendampingan untuk hasil panen lebih baik.
- Bantuan sosial — bagi keluarga yang membutuhkan, memastikan tidak ada yang tertinggal.
- Layanan administrasi — pembuatan Kartu Keluarga dan akta kelahiran, agar semua warga punya identitas.
Tak hanya itu, beberapa warga juga melontarkan keluhan tentang sulitnya akses menuju puskesmas. Jauhnya jarak dan medan berbukit membuat mereka sulit mendapatkan layanan kesehatan. Dengan penuh perhatian, Babinsa mencatat setiap keluhan itu. "Jangan khawatir, kami akan sampaikan ke pemerintah daerah," katanya menenangkan.
Dari Obrolan ke Tindakan: Kedekatan Teritorial yang Nyata
Inilah yang membuat suasana terasa begitu hangat. Babinsa tidak hanya menjadi simpul informasi, tetapi juga jembatan antara warga dan pemerintah. Semua pertanyaan dan masukan dicatat rapi dan akan diteruskan ke pemda. Ia juga berjanji akan terus mendampingi warga sampai setiap persoalan mendapat jawaban. "Bapak Ibu tidak sendiri. Kami ada di sini untuk mendengar dan memperjuangkan," begitu pesan yang menyejukkan.
Di balik dinginnya Pegunungan Bintang, obrolan di posko TNI itu menjadi bukti bahwa program pemerintah bisa lebih dekat jika ada yang mau mendengar. Warga tidak ingin sekadar menerima, mereka ingin didengar. Melalui "Tanya Warga", keluhan berubah menjadi harapan. Inilah arti sesungguhnya dari kedekatan teritorial — ketika tentara dan warga duduk bersama, saling berbagi cerita, dan bergotong royong untuk kemajuan desa. Kawan-kawan di desa, jangan ragu untuk bertanya, karena dari situlah perubahan berawal.