Tanya Warga Trending

Pertanyaan Warga: Mengapa Program Bedah Rumah Belum Menyentuh Dusun Kami?

Pertanyaan Warga: Mengapa Program Bedah Rumah Belum Menyentuh Dusun Kami?

Di Dusun Tanjung, keluhan warga tentang program bedah rumah yang belum menyentuh dusun terpencil mulai terjawab dengan kehadiran Babinsa Kopka Dedi. Ia mendata 12 rumah prioritas dan menjadi jembatan antara warga dan program pemerintah. Harapan pun kembali mengembang, bahwa setiap rumah layak huni akan segera terwujud lewat gotong royong dan kedekatan teritorial.

Pagi di Dusun Tanjung, Desa Sumberrejo, bukan hanya dimulai dengan kokok ayam yang bersahutan. Ada suara lain yang lebih lirih, lebih dalam, seperti rintihan dari balik dinding papan yang sudah lapuk dimakan usia. Sunarti, seorang ibu tiga anak, sedang menuang teh hangat di dapurnya. Sembari memegang cangkir, ia menengadah ke atas—ke atap yang bocor di sana-sini. "Atap bocor, dinding papan sudah lapuk, tapi kami tidak pernah didata," ujarnya lirih, matanya sendu menatap tetesan air yang meninggalkan noda di lantai tanah. Di dusun terpencil ini, keluhan warga tentang program bedah rumah yang belum menyentuh mereka bukan hal baru. Di antara deretan rumah panggung yang reot, warga bertanya-tanya: mengapa bantuan dari program pemerintah itu seolah hanya fokus di desa induk, sementara di sini harapan mulai memudar? Namun, di balik atap yang bocor, ada secercah harapan yang perlahan menyala.

Dari Atap Bocor hingga Harapan Baru: Babinsa yang Tak Pernah Lelah

Kopka Dedi, Babinsa yang akrab disapa warga, tak tinggal diam. Setiap pagi, ia menyusuri jalan setapak berbatu di Dusun Tanjung, mencatat satu per satu rumah yang membutuhkan sentuhan perbaikan. Dengan buku catatan di tangan dan senyum ramah di wajahnya, ia tak hanya mendata, tetapi juga mendengar—mendengar keluhan warga yang terpendam, mendengar harapan yang hampir padam. "Saya sudah catat 12 rumah di dusun ini yang prioritas. Semoga bulan depan ada realisasi," kata Kopka Dedi dengan mata berbinar, seperti menjanjikan bahwa besok akan lebih baik. Program kedekatan teritorial TNI bukan sekadar formalitas; bagi warga dusun terpencil, kehadiran Babinsa adalah jembatan antara keluhan warga dan program pemerintah. Bedah rumah bukan hanya soal mengganti genteng atau mengecat dinding, tapi soal martabat—rasa aman ketika hujan deras mengguyur, dan kebanggaan memiliki rumah yang layak huni.

Manfaat Bedah Rumah yang Dirasakan Warga: Lebih dari Sekadar Bata dan Semen

  • Atap bocor diperbaiki, sehingga saat hujan deras tiba, keluarga bisa tidur nyenyak tanpa khawatir tempias air membasahi malam.
  • Dinding papan lapuk diganti dengan material yang lebih kokoh, memberikan perlindungan dari angin kencang dan binatang buas yang mengintai di malam hari.
  • Lantai rumah yang tadinya becek dan lembap menjadi kering dan bersih, mengurangi risiko penyakit seperti diare atau flu bagi anak-anak yang bermain di lantai.
  • Program ini juga mendorong gotong royong warga setempat, karena perbaikan rumah dilakukan bersama-sama—seperti pesta kecil yang mempererat tali persaudaraan.
  • Data warga yang akurat memastikan bantuan tepat sasaran, sehingga tak ada lagi rumah rusak yang terabaikan, dan tak ada lagi keluhan warga yang menggema di dusun terpencil.

Warga Dusun Tanjung berharap program pemerintah ini segera merata hingga ke pelosok. "Kami minta TNI terus mendampingi proses verifikasi agar tepat sasaran," ujar Sunarti, mewakili tetangganya yang juga menanti uluran tangan. Di balik atap bocor dan dinding lapuk, ada senyum kecil yang menanti—sebuah rumah layak huni yang bukan lagi impian. Dengan gotong royong dan pendampingan Babinsa, harapan itu perlahan mendekat. Semoga setiap program bedah rumah tidak hanya menyentuh desa induk, tetapi juga merangkul saudara-saudara kita di dusun terpencil yang selama ini setia menanti keadilan. Karena rumah bukan sekadar tempat berteduh, melainkan pangkuan hangat yang menyatukan kita semua.

bedah rumah bantuan rumah tidak layak huni pemerataan bantuan
Terkait
  • Topik: bedah rumah, bantuan rumah tidak layak huni, pemerataan bantuan
  • Tokoh: Sunarti, Dedi
  • Organisasi: Dinas Perumahan, TNI
  • Tempat: Dusun Tanjung, Desa Sumberrejo

Artikel terkait