Di sudut Desa Wonomulyo, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, terdengar obrolan ringan para pemuda di teras rumah panggung. Angin sepoi membawa harapan baru—sebuah keinginan sederhana namun besar: mereka ingin belajar las listrik. Andi, seorang pemuda berusia 22 tahun, adalah salah satu yang paling bersemangat. "Kalau punya keterampilan, saya tidak perlu merantau ke kota. Di sini juga banyak peluang," ujarnya sambil tersenyum. Keinginan ini bukan sekadar mimpi, tapi sebuah langkah nyata untuk membangun kehidupan di kampung halaman.
Harapan Pemuda yang Mengalir dari Hati ke Pemerintah Desa
Mendengar semangat Andi dan kawan-kawannya, Babinsa setempat, Serka Budi Santoso, langsung merespon dengan hangat. Menurutnya, usulan untuk pelatihan ini bisa diajukan dengan cara yang sederhana. "Nanti kami fasilitasi. Biasanya TNI juga punya program pembinaan keterampilan bagi pemuda di desa," jelasnya. Pertanyaan besar mereka—bagaimana cara mengusulkannya—kini terjawab: lewat pemerintah desa atau langsung ke Koramil. Di sini, kedekatan antara TNI dan warga terasa nyata, seperti obrolan antar tetangga yang saling membantu.
Manfaat Pelatihan Las bagi Masa Depan Desa
Pelatihan las listrik bukan hanya soal belajar menyambung besi, tapi juga membuka pintu rezeki. Berikut manfaat yang bisa dirasakan oleh pemuda desa:
- Membuka usaha bengkel las kecil-kecilan di desa, sehingga tidak perlu merantau ke kota.
- Mengurangi angka pengangguran di kalangan pemuda desa Wonomulyo.
- Memberi bekal keterampilan yang bisa langsung dipakai untuk memperbaiki peralatan pertanian atau bangunan warga.
Andi, yang sehari-hari membantu ayahnya di sawah, bermimpi punya bengkel las sendiri. "Saya ingin jadi pengusaha, bukan pekerja. Di sini banyak yang butuh pagar atau pintu besi," katanya penuh optimis. TNI, dengan program pembinaan keterampilan mereka, diharapkan bisa menjawab kebutuhan ini. Para pemuda desa, yang selama ini hanya bermimpi, kini memiliki jalan untuk mengubah hidup mereka.
Di setiap sudut Desa Wonomulyo, semangat gotong royong masih kental. Ketika TNI dan warga bersatu, tangan-tangan terampil lahir dari desa. Pelatihan ini bukan sekadar program, tapi sebuah janji kebersamaan—bahwa dengan belajar bersama, kita bisa membangun masa depan yang lebih cerah. Andi dan kawan-kawannya kini menanti dengan penuh harap, siap menyambut setiap peluang yang datang. Karena di kampung halaman, mimpi itu nyata jika kita bergandengan tangan.