Senyum dan sorak gembira mewarnai tepian Desa Tumbang Kurik, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah. Puluhan ibu-ibu berdatangan membawa serta anak-anak mereka, bukan untuk berpergian jauh, melainkan menyaksikan peletakan batu pertama pembangunan posyandu baru di tengah desa. Suasana pagi itu terasa hangat, penuh harap, karena untuk pertama kalinya warga desa pelosok ini akan memiliki tempat layanan kesehatan yang dekat dari rumah.
Tiga Jam Menyusuri Sungai, Kini Tak Lagi Menjadi Penghalang
Selama bertahun-tahun, ibu-ibu di Tumbang Kurik harus menempuh perjalanan sungai selama tiga jam hanya untuk memeriksakan balita ke puskesmas. Belum lagi jika cuaca buruk, ombak dan arus sungai bisa membuat perjalanan semakin melelahkan. Kondisi inilah yang selama ini membuat sebagian ibu memilih menunda pemeriksaan kesehatan anaknya. Danramil 1013-03/Puruk Cahu, Kapten Inf Dedi, bersama Kepala Desa setempat hadir melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan posyandu yang dinanti-nanti.
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) menjadi motor utama pembangunan ini. Namun, yang membuat suasana semakin hangat adalah semangat gotong royong warga. Para bapak bahu-membahu membantu pekerjaan, sementara ibu-ibu menyiapkan makanan dan minuman untuk para pekerja. Semua merasa memiliki, karena pembangunan ini bukan hanya proyek, melainkan jawaban atas kebutuhan mendesak warga.
Harapan Baru untuk Kesehatan Anak-Anak Desa
Nantinya, posyandu ini akan dilengkapi ruang periksa, tempat imunisasi, dan perpustakaan mini untuk edukasi gizi. Bidan desa dijadwalkan datang setiap minggu, dan ibu-ibu setempat berencana bergiliran menjadi kader. Dengan fasilitas ini, warga berharap angka stunting yang masih tinggi di wilayah Kalimantan Tengah bisa ditekan, terutama di desa-desa pelosok seperti Tumbang Kurik. Adapun manfaat yang akan dirasakan warga antara lain:
- Ruang periksa yang nyaman dan dekat dengan rumah warga.
- Tempat imunisasi untuk melindungi balita dari penyakit.
- Perpustakaan mini sebagai sumber edukasi gizi dan pola asuh.
- Kader posyandu dari warga setempat yang bergiliran, didampingi bidan desa setiap minggu.
Pembangunan posyandu ini bukan sekadar mendirikan bangunan, melainkan menumbuhkan harapan. Warga desa pelosok kini tak lagi merasa sendiri dalam menjaga kesehatan anak-anaknya. Di balik dinding-dinding yang sedang berdiri, ada mimpi tentang generasi yang lebih sehat, tentang ibu-ibu yang tak perlu lagi berjam-jam meninggalkan rumah, dan tentang kebersamaan yang terus menguat. Semoga langkah kecil ini membawa perubahan besar bagi Tumbang Kurik dan seluruh Kalimantan Tengah.