Di pelosok Kabupaten Lanny Jaya, di mana jalan berliku dan kabut pagi masih jadi pemandangan akrab, kehadiran prajurit Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) bukan hanya soal menjaga garis negara. Lebih dari itu, mereka telah menjadi bagian dari keseharian warga—seperti tetangga yang selalu siap sedia membantu. Bupati Lanny Jaya, dengan nada penuh haru, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para prajurit yang tak kenal lelah mengabdi di tanah perbatasan. "Mereka tidak hanya menjaga batas negara, tapi juga hati rakyat," ujar sang Bupati dalam sambutannya di Kecamatan Tiom, pusat pemerintahan Lanny Jaya.
Bakti Sosial yang Menyentuh Hati
Bupati menceritakan secara langsung bagaimana prajurit Satgas Pamtas turun tangan dalam kehidupan warga. Bukan sekadar rutinitas, setiap kegiatan yang dilakukan terasa tulus dan penuh kehangatan. Beberapa di antaranya yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat adalah:
- Bakti sosial: Membantu membangun jembatan darurat dan memperbaiki rumah warga yang rusak akibat cuaca ekstrem.
- Pengobatan gratis: Tenaga kesehatan dari Satgas membuka posko keliling di kampung-kampung terpencil, mengobati warga yang sulit menjangkau puskesmas.
- Bantuan sembako: Memberikan paket kebutuhan pokok bagi keluarga kurang mampu di perbatasan, terutama saat musim paceklik.
"Saya lihat sendiri bagaimana mereka tersenyum saat membagikan obat, atau bergotong royong memperbaiki jembatan. Itu bukan tugas, itu panggilan hati," tambah Bupati dengan mata berbinar.
Sinergi untuk Masa Depan Lanny Jaya
Apresiasi yang disampaikan Bupati ini bukan sekadar basa-basi. Ini adalah bentuk dukungan moral pemerintah daerah terhadap tugas mulia yang diemban TNI, khususnya di wilayah perbatasan yang penuh tantangan. Menurut Bupati, kerja sama yang erat antara pemerintah daerah dan Satgas TNI harus terus diperkuat. Program-program pemberdayaan seperti pelatihan pertanian, pendidikan anak-anak di perbatasan, dan pembangunan infrastruktur dasar kini berjalan lebih sinergis berkat dukungan Satgas.
Warga Lanny Jaya sendiri mengaku merasa lebih aman dan dekat dengan para prajurit. "Mereka seperti keluarga sendiri. Kalau ada masalah, kami langsung ke pos," ujar Yuliana, seorang ibu rumah tangga dari Kampung Wuloni. Kehangatan ini menjadi bukti nyata bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan sekadar slogan, melainkan denyut nadi kehidupan di perbatasan.
Semoga semangat gotong royong ini terus menyala, membawa harapan baru bagi setiap warga yang tinggal di ujung negeri. Bersama Satgas Pamtas dan pemerintah daerah, Lanny Jaya melangkah lebih mantap menuju masa depan yang lebih baik. Karena di balik setiap seragam loreng, ada hati yang peduli pada sesama.