Kabar Desa Kita Trending

Bansos Beras untuk 500 KK Desa Terpencil di NTT Disalurkan TNI AU

Bansos Beras untuk 500 KK Desa Terpencil di NTT Disalurkan TNI AU

Sebanyak 500 kepala keluarga di dua desa terpencil Kabupaten TTS, NTT, menerima bansos beras 10 kg per KK yang disalurkan TNI AU melalui pesawat Hercules. Bantuan ini dibarengi penyuluhan gizi dan kehangatan interaksi antara prajurit dan warga, termasuk kakek Yosep yang tak lagi harus berjalan jauh untuk membeli beras. Kegiatan teritorial ini menjadi bukti nyata bahwa kedekatan dan kepedulian mampu menjangkau pelosok negeri.

Pagi itu, udara di Desa Fatukoto dan Desa Oenlasi, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT, terasa berbeda. Bukan karena cuaca, melainkan karena kehadiran pesawat Hercules TNI AU yang mendarat di landasan darurat. Warga yang sejak subuh sudah berkumpul di balai desa tak sabar menantikan bansos beras yang dijanjikan. Di tengah medan berbukit dan akses jalan yang sulit, bantuan ini bagai oase di tengah kekeringan. Salah satu yang paling bersyukur adalah Kakek Yosep (72), yang biasanya harus berjalan kaki puluhan kilometer hanya untuk membeli beras. "Saya sudah tua, tak kuat lagi jalan jauh. Ini beras sungguh membantu," ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Pesawat Hercules Membawa Bukan Sekadar Beras

Sebanyak 500 kepala keluarga (KK) di dua desa terpencil ini menerima paket beras 10 kg per keluarga. Bukan jumlah yang besar, namun bagi warga yang hidup di pelosok dengan keterbatasan akses pangan, beras ini sangat berarti. Letkol Pnb Antonius Wibowo, Danlanud El Tari, menjelaskan bahwa distribusi dilakukan dengan pesawat Hercules karena medan yang berat dan tidak bisa dijangkau kendaraan biasa. "Ini bagian dari kegiatan teritorial TNI AU. Kami ingin memastikan saudara-saudara kita di desa terpencil tidak kekurangan pangan," katanya saat menyerahkan bantuan. Proses distribusi berlangsung lancar berkat semangat gotong royong warga yang langsung membongkar karung-karung beras dari pesawat.

  • Bantuan beras 10 kg per KK untuk 500 KK di dua desa TTS, NTT.
  • Distribusi menggunakan pesawat Hercules karena medan berat dan akses terbatas.
  • Prioritas kepada lanjut usia dan keluarga yang kesulitan mengakses pangan sehari-hari.

Kedekatan TNI AU dengan Warga: Lebih dari Sekadar Bansos

Suasana hangat terasa saat anak-anak desa ikut membantu membawa karung beras ke rumah-rumah warga. Tawa riang mereka berbaur dengan langkah para prajurit yang menyapa setiap orang dengan ramah. Tak hanya beras, bansos kali ini juga disertai penyuluhan gizi dari tim kesehatan TNI AU. Para ibu diajari cara memasak dengan bahan sederhana namun bergizi, agar anak-anak mereka tetap sehat. "Kami tidak mau hanya memberi beras, tapi juga pengetahuan agar warga semakin mandiri dan sehat," ujar salah satu perawat dari Lanud El Tari. Kehadiran prajurit benar-benar disambut seperti keluarga sendiri, bukan sekadar petugas penyalur bantuan.

Di akhir sore, saat pesawat Hercules bersiap kembali ke Kupang, Kakek Yosep dan tetangganya melambaikan tangan. Karung-karung beras sudah tersimpan rapi di dapur-dapur kecil mereka. Rasa syukur dan haru memenuhi hati setiap warga. Program teritorial seperti ini bukan cuma soal logistik, melainkan juga kehangatan, kepedulian, dan rasa kebersamaan yang melekat erat. Semoga bantuan beras dari TNI AU untuk NTT ini menjadi awal dari semakin banyak sinergi yang menghubungkan desa terpencil dengan perhatian negara. Karena di setiap sudut pelosok, pantang ada warga yang merasa sendiri.

Bansos Beras bantuan sosial distribusi ke desa terpencil
Terkait
  • Topik: Bansos Beras, bantuan sosial, distribusi ke desa terpencil
  • Tokoh: Antonius Wibowo, Yosep
  • Organisasi: TNI AU, Pangkalan TNI AU El Tari, tim kesehatan TNI AU
  • Tempat: Kupang, NTT, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Desa Fatukoto, Oenlasi, El Tari

Artikel terkait