Di pelosok Desa Way Kanan, Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, hari-hari terasa berat bagi para petani. Ladang yang biasanya hijau subur kini berubah cokelat kering, terpanggang musim kemarau panjang yang sudah berbulan-bulan lalu. Namun, di tengah kegersangan itu, ada cerita hangat yang mengalir dari rumah ke rumah. Kehadiran para prajurit TNI dari Kodim 0424/Tanggamus bersama Dinas Sosial setempat menjadi secercah harapan bagi 500 petani yang terdampak gagal panen. Mereka bukan sekadar datang, tapi juga mengantarkan langsung bansos beras 10 kg ke depan pintu warga.
Pak Karjo (65), seorang petani padi yang sudah puluhan tahun menggarap sawah di desa itu, tak kuasa menahan haru saat menerima bantuan. Matanya berkaca-kaca saat menceritakan bagaimana musim kemarau telah menyulitkan kehidupannya. “Saya sudah dua bulan tidak panen. Ladang hanya menyisakan tanah retak. Beras ini cukup untuk cucu-cucu saya,” ucapnya dengan suara bergetar, sambil menggenggam tangan prajurit yang mengantarkan beras. Kisah Pak Karjo adalah satu dari sekian banyak petani di Lampung yang merasakan dampak langsung perubahan cuaca, namun juga merasakan hangatnya uluran tangan dari mereka yang peduli.
Beras Sampai ke Dapur, TNI Berjalan Kaki Lewati Jalan Setapak
Tak semua rumah petani di Desa Way Kanan bisa diakses dengan kendaraan roda empat. Jalan setapak yang licin dan berbatu menjadi tantangan tersendiri. Namun, hal itu tak menyurutkan semangat para prajurit. Mereka memanggul karung beras 10 kg seorang diri, berjalan kaki menyusuri pematang sawah dan lereng bukit untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang benar-benar membutuhkan. Prioritas diberikan kepada warga lansia, penyandang disabilitas, dan keluarga dengan balita. Danramil 0424/Tanggamus, Kapten Suryana, menegaskan bahwa pendistribusian dilakukan secara tepat sasaran dan tanpa biaya sepeser pun. “Ini bentuk kepedulian kami. Petani adalah pahlawan pangan, dan saat mereka kesulitan, kami hadir untuk meringankan beban,” ujarnya.
Manfaat Bansos Beras 10 Kg yang Dirasakan Langsung
- Memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari: Bantuan beras ini menjadi cadangan makanan pokok untuk keluarga petani yang kehilangan hasil panen. Setiap karung 10 kg cukup untuk satu minggu konsumsi bagi keluarga kecil.
- Meringankan beban belanja: Dengan harga beras yang terus naik, bantuan ini mengurangi biaya yang harus dikeluarkan petani, sehingga uang mereka bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain seperti obat-obatan atau pendidikan anak.
- Membangun kembali rasa percaya diri: Sentuhan langsung dari TNI dan pemerintah desa membuat petani merasa tidak sendiri. Mereka mendapat semangat untuk bangkit dan mempersiapkan musim tanam berikutnya.
Kisah Pak Karjo dan rekan-rekan petani lainnya bukan hanya soal beras 10 kg, melainkan tentang kehadiran negara di tengah warga desa. Lewat sinergi antara TNI dan Dinas Sosial, bantuan tidak sekadar diumumkan, tapi diantarkan langsung ke rumah. Inilah yang membuat warga Desa Way Kanan tersenyum lega. Di tengah panasnya terik Lampung, hangatnya kebersamaan terasa di setiap genggaman tangan prajurit yang menyerahkan beras. Semoga musim hujan segera tiba, dan ladang kembali hijau, namun yang pasti, tali silaturahmi antara TNI dan petani tak akan pernah kering.