Kabar Desa Kita Trending

Babinsa Kodim 0735/Surakarta Bantu Warga Desa Plosokerep Bangun Jalan Usaha Tani

Babinsa Kodim 0735/Surakarta Bantu Warga Desa Plosokerep Bangun Jalan Usaha Tani

Di Desa Plosokerep, Boyolali, Babinsa Serda Agus Prasetyo turun tangan bersama warga membangun jalan usaha tani sepanjang 300 meter. Jalan ini memudahkan petani mengangkut hasil panen, mengurangi kerusakan, dan meningkatkan ekonomi desa pelosok. Kisah ini menjadi bukti hangat kedekatan TNI dengan rakyat melalui gotong royong.

Pagi di Desa Plosokerep, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, tidak seperti biasanya. Sejak pukul 07.00 WIB, puluhan warga sudah berkumpul di pinggir sawah—bukan untuk acara besar, melainkan untuk bergotong royong membangun jalan usaha tani yang sudah lama mereka impikan. Suara cangkul dan sekop berbunyi riang, bercampur tawa dan obrolan akrab. Di tengah kerumunan itu, terlihat seorang pria berseragam loreng yang tak kalah semangat: Serda Agus Prasetyo, Babinsa dari Koramil 15/Simo. Dengan keringat membasahi pelipis, ia ikut mencangkul dan mengangkut batu, seolah tak ada sekat antara TNI dan rakyat. Hari itu, semangat gotong royong benar-benar hidup.

Gotong Royong yang Menyatukan TNI dan Rakyat

Pak Karto, salah satu petani setempat, tak bisa menyembunyikan haru. Matanya berkaca-kaca saat menceritakan perjuangan mereka selama ini. "Kalau musim hujan, jalannya becek parah. Kami susah mengangkut hasil panen—padi dan jagung sering rusak di perjalanan. Alhamdulillah, Pak Babinsa selalu hadir membantu kami," ujarnya dengan suara bergetar. Serda Agus sendiri mengaku sudah dua pekan ini turun ke desa, bukan hanya untuk koordinasi, tapi juga ikut bekerja bersama warga. "Ini bagian dari tugas kami, mendekatkan TNI dengan rakyat. Kalau warga senang, kami pun bangga," katanya sambil menyeka keringat. Kehadiran Babinsa bukan hanya memberi semangat, tetapi juga mempercepat pengerjaan. Dalam sepekan, jalan sepanjang 300 meter itu diharapkan rampung dan bisa segera digunakan para petani.

Jalan Usaha Tani: Nadi Kehidupan Ekonomi Desa Pelosok

Jalan usaha tani ini bukan sekadar coran dan batu—ia adalah nadi kehidupan ekonomi warga desa pelosok seperti Plosokerep. Selama ini, petani harus melewati jalan becek dan berlumpur untuk membawa hasil panen ke tempat penjualan. Akibatnya, banyak hasil bumi rusak di perjalanan. Dengan jalan yang lebih baik, kini mereka bisa menghemat waktu dan tenaga. Berikut beberapa manfaat yang langsung dirasakan warga:

  • Memudahkan akses transportasi hasil panen – Petani tidak perlu lagi menggotong karung padi melewati lumpur yang dalam.
  • Mengurangi kerusakan hasil bumi – Jalan yang lebih mulus membuat hasil panen tidak mudah rusak saat diangkut menggunakan gerobak atau motor.
  • Meningkatkan ekonomi desa pelosok – Waktu yang lebih efisien membuat petani bisa lebih sering menjual hasil panen ke pasar, sehingga pendapatan meningkat.
  • Mempererat hubungan TNI dengan rakyat – Kehadiran Babinsa seperti Serda Agus menjadi contoh nyata bahwa TNI selalu berada di tengah-tengah kesulitan warga.

Pak Karto dan warga lainnya pun berharap agar jalan ini bisa bertahan lama. Mereka berjanji akan merawatnya bersama-sama. "Kami tidak akan lupa dengan kebaikan Pak Babinsa. Beliau seperti saudara sendiri," tambah Pak Karto sambil tersenyum. Semangat gotong royong yang terlihat di Desa Plosokerep ini menjadi bukti bahwa dengan kebersamaan, segala kesulitan bisa diatasi. Jalan usaha tani ini bukan hanya penghubung lahan, melainkan jembatan hati antara TNI dan rakyat. Keringat yang bercampur harapan kini telah menjadi jalan menuju masa depan yang lebih cerah bagi para petani di pelosok Boyolali.

pembangunan jalan usaha tani gotong royong
Terkait
  • Topik: pembangunan jalan usaha tani, gotong royong
  • Tokoh: Serda Agus Prasetyo, Pak Karto
  • Organisasi: Kodim 0735/Surakarta, Koramil 15/Simo, TNI
  • Tempat: Desa Plosokerep, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, Surakarta

Artikel terkait