Tanya Warga Trending

Aspirasi Warga: Minta Bantuan Perbaikan Saluran Irigasi yang Sering Bocor

Aspirasi Warga: Minta Bantuan Perbaikan Saluran Irigasi yang Sering Bocor

Petani Desa Remo, Lombok Tengah, menyampaikan keluhan irigasi bocor yang menghambat pertanian. Melalui pertemuan hangat dengan TNI dari Koramil, aspirasi warga didengar dan ditindaklanjuti dengan rencana perbaikan dan gotong royong. Kebersamaan ini menjadi secercah harapan bagi masa depan irigasi dan pertanian desa.

Senja mulai merayap di sela-sela perbukitan Desa Remo, Lombok Tengah. Di musim tanam seperti ini, seharusnya sawah-sawah sudah mulai menghijau disiram air yang mengalir riang. Namun, harapan para petani itu seringkali terusik oleh kenyataan pahit: saluran irigasi utama bocor di beberapa titik, membuat air yang begitu berharga justru berakhir sebagai genangan di pinggir jalan atau meresap sia-sia ke dalam tanah. Bagi warga yang menggantungkan hidup dari pertanian, setiap tetes air adalah masa depan, dan kebocoran itu bagaikan robeknya asa.

Mendengar Keluhan yang Mengalir dari Hati Petani

Suasana hangat terasa ketika perwakilan TNI dari Koramil setempat menggelar pertemuan rutin di bawah rindangnya pepohonan desa. Bukan sekadar acara seremonial, pertemuan itu menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan unegah-unegah mereka. Di sinilah para petani berbicara, dan aspirasi warga itu disambut dengan sikap terbuka dan penuh perhatian. Mereka datang bukan dengan pembawaan yang tegang, melainkan dengan harapan yang mengalir halus, seperti air yang mereka impikan untuk mengaliri sawah mereka.

Pak Kadi, salah seorang petani senior, maju dengan langkah pelan. Tangannya yang keriput dan sedikit bergetar menunjuk peta sederhana yang digambarnya di atas kertas lusuh. Beberapa titik merah menjadi penanda lokasi kebocoran irigasi yang paling parah. "Kalau musim kemarau begini, setiap tetes air itu sangat berharga, Mas. Tapi lihat, banyak yang bocor. Sawah kami jadi kurang air," ujarnya dengan suara yang sedikit parau. Kalimat itu menggantung di udara, menyentuh hati siapa pun yang mendengarnya. Keluhan warga ini jelas bukan sekadar protes, melainkan sebuah ajakan untuk duduk bersama dan mencari akal.

Pertemuan itu perlahan berubah menjadi ruang berbagi. Berbagai masukan dan harapan pun mengalir hangat, di antaranya:

  • Perbaikan segera pada titik-titik kebocoran saluran irigasi agar air tidak kembali terbuang percuma.
  • Keterlibatan warga dalam kerja bakti perbaikan, sehingga rasa memiliki terhadap saluran irigasi semakin kuat.
  • Koordinasi dengan dinas pengairan setempat untuk perbaikan jangka panjang yang lebih menyeluruh.
  • Pendampingan dari aparat teritorial agar pertanian di desa ini dapat terus berjalan dan berkembang.

Rajut Kebersamaan di Setiap Aliran Air

Kedekatan antara warga dan aparat teritorial memang terasa kental di sini. Perwira dari Koramil yang hadir tidak berdiam diri. Mereka mendengarkan dengan saksama, mencatat setiap poin satu per satu, dan berjanji untuk segera menindaklanjuti bersama dinas pengairan. Tak hanya berhenti di atas kertas, mereka pun membuka peluang untuk menggerakkan kerja bakti gotong royong bersama warga. Bagi warga desa, kehadiran aparat yang mau turun tangan dan mendengar langsung seperti ini adalah secercah harapan yang nyata. Inilah bentuk demokrasi yang paling sederhana namun sangat bermakna: duduk bersama, berbincang, dan mencari solusi dari hati ke hati.

Dialog di bawah pepohonan itu bukanlah sekadar pertemuan biasa. Ia adalah simbol dari kekuatan kebersamaan yang lahir dari perhatian tulus terhadap masalah pertanian dan irigasi. Setiap tetes air yang selama ini bocor dan terbuang, kini menjadi alasan bagi warga dan aparat untuk bergandengan tangan. Mereka yakin, dengan gotong royong, saluran irigasi akan kembali mengalir deras, dan sawah-sawah di Desa Remo akan kembali menghijau. Semangat itu terus mengalir, seperti air yang akan mengairi ladang harapan mereka.

perbaikan saluran irigasi aspirasi petani
Terkait
  • Topik: perbaikan saluran irigasi, aspirasi petani
  • Tokoh: Pak Kadi
  • Organisasi: TNI, Koramil, dinas pengairan
  • Tempat: Desa Remo, Lombok Tengah

Artikel terkait