Tanya Warga Trending

Aspirasi Warga Desa: Jembatan Gantung Rusak, Babinsa Dengar Keluhan

Aspirasi Warga Desa: Jembatan Gantung Rusak, Babinsa Dengar Keluhan

Babinsa Serda Joko Susilo mendengar langsung aspirasi warga Desa Cisungsang tentang jembatan gantung yang rusak dan membahayakan anak-anak sekolah. Dengan pendekatan yang hangat dan dekat, ia mencatat setiap keluhan, mengecek kondisi jembatan, serta berkoordinasi untuk perbaikan. Kehadiran Babinsa ini menumbuhkan kembali kepercayaan warga bahwa suara mereka didengar dan diperjuangkan.

Sore itu, di Desa Cisungsang, Kecamatan Cibeber, Lebak, Banten, udara sejuk berpadu dengan hangatnya obrolan warga yang berkumpul di teras rumah tetua kampung. Sambil menikmati secangkir kopi dan pisang goreng, mereka berbincang akrab dengan Babinsa setempat, Serda Joko Susilo. Namun, kali ini topik pembicaraan bukanlah bantuan sembako atau kabar gembira, melainkan keresahan tentang jembatan gantung yang menjadi urat nadi kehidupan mereka sehari-hari. Seorang warga dengan nada prihatin menyampaikan, “Papan kayu sudah banyak yang lapuk, Pak. Tali baja juga karatan. Kami khawatir, apalagi anak-anak yang harus lewat setiap hari ke sekolah.” Serda Joko mendengarkan dengan saksama, sesekali mengangguk, lalu mencatat setiap keluhan di buku kecil yang selalu dibawanya. Ia tak hanya menjadi pendengar setia, tetapi juga mengajak warga untuk langsung mengecek kondisi jembatan gantung itu di lapangan, menunjukkan betapa dekatnya ia dengan masyarakat.

Suara dari Pelosok: Ketika Babinsa Duduk Bersama Warga

Jembatan gantung di Dusun Cibuntu, yang selama ini menjadi satu-satunya akses menuju ladang garapan dan sekolah dasar, kini dalam kondisi memprihatinkan. Papan pijakan mulai berlubang, beberapa bagian bahkan sudah tidak ada, dan tali baja pengikat tampak longgar. Serda Joko tak tinggal diam. Ia memeriksa satu per satu bagian jembatan, sambil tetap bercanda dengan warga agar suasana tidak tegang. “Saya catat semua keluhan bapak-bapak dan ibu-ibu. Nanti akan saya sampaikan ke danramil dan pemerintah desa. Kita dorong agar perbaikan segera masuk dalam usulan anggaran. Yang penting sekarang kita jaga keamanan bersama, jangan sampai ada anak yang memaksakan diri menyeberang,” katanya dengan nada bersahabat namun tegas. Babinsa itu juga mengingatkan warga untuk sementara waktu menggunakan jalur alternatif yang lebih aman, meski harus memutar lebih jauh. “Lebih baik lelah sedikit daripada celaka. Kami akan terus berkoordinasi,” tambahnya. Warga pun merasa lega karena aspirasi mereka benar-benar didengar oleh seorang aparat yang dekat dengan rakyat.

Gotong Royong dan Kepedulian: Babinsa Bukan Sekadar Mendengar

Pak Rahmat, seorang petani yang rumahnya paling dekat dengan jembatan, mengaku sangat terharu. Menurutnya, sering kali warga pelosok merasa suaranya tidak sampai ke telinga pemerintah. Tapi kehadiran Babinsa Serda Joko membuat mereka kembali percaya. “Ini bukan pertama kali beliau datang. Setiap ada masalah, beliau selalu ada. Sekarang beliau mau duduk di sini, makan pisang goreng, dan mencatat setiap keluhan. Semoga cepat ada tindak lanjut,” harapnya dengan sorot mata penuh kepercayaan. Warga pun bergantian menyampaikan rincian kondisi darurat yang mereka hadapi:

  • Papan kayu jembatan sudah lapuk dan retak di beberapa titik, berbahaya bagi anak-anak dan lansia yang setiap hari melintas.
  • Tali baja penggantung mulai putus dan berkarat, mengancam kestabilan jembatan saat digunakan.
  • Satu-satunya akses ke ladang dan sekolah ini sangat vital; jika rusak total, aktivitas ekonomi dan pendidikan warga akan lumpuh.

Di tengah kekhawatiran, kehadiran babinsa yang mendengar langsung keluhan warga menjadi oase harapan. Mereka tak lagi merasa sendiri menghadapi masalah jembatan gantung yang rusak. Serda Joko berjanji akan terus mengawal aspirasi ini hingga ada perbaikan nyata. “Kami tidak akan tinggal diam. Tugas kami adalah dekat dengan warga, mendengar, dan bertindak. Mari kita jaga kebersamaan ini,” ujarnya hangat. Warga pun pulang dengan perasaan lega, karena suara mereka kini tidak lagi menggema di keheningan, melainkan didengar oleh tangan-tangan yang siap bergerak. Kebersamaan seperti inilah yang membuat desa kecil di pelosok Lebak ini tetap kuat, walau tantangan menghadang.

Aspirasi Warga Jembatan Gantung Rusak Babinsa
Terkait
  • Topik: Aspirasi Warga, Jembatan Gantung Rusak, Babinsa
  • Tokoh: Serda Joko Susilo, Pak Rahmat
  • Organisasi: Babinsa, danramil, pemerintah desa
  • Tempat: Desa Cisungsang, Kecamatan Cibeber, Lebak, Banten

Artikel terkait