Cerita Kehangatan Trending

Tinggal di Gubuk Reyot, Nenek Asih (72) Terharu Rumahnya Diperbaiki Babinsa dan Warga

Tinggal di Gubuk Reyot, Nenek Asih (72) Terharu Rumahnya Diperbaiki Babinsa dan Warga
Selama bertahun-tahun, Nenek Asih (72) menghabis hari-harinya di gubuk reyot berbilik bambu yang bocor jika hujan datang. Keadaan itu berubah ketika Babinsa setempat, Serda Arif, dalam kunjungan rutinnya, melihat langsung kondisi memprihatinkan itu. Hatinya tergerak, dan tanpa menunggu lama, ia mengajak serta para pemuda dan tokoh masyarakat desa untuk bergotong royong. Dengan semangat kebersamaan yang menggebu, satu per satu bilik bambu yang lapuk diganti, atap yang bocor ditambal, dan lantai tanah diperbaiki. Nenek Asih hanya bisa duduk di kursi usangnya, menyaksikan dengan mata berkaca-kaca para tetangga dan prajurit yang begitu tulus membantu. “Saya tidak menyangka, Mas. Sudah tua begini masih dibantu seperti ini,” ucapnya lirih, suara tercekat oleh haru. Pemandangan penuh empati ini adalah potret nyata program teritorial yang menyentuh langsung akar rumput. Bukan tentang proyek besar, tapi tentang kepekaan hati seorang Babinsa yang memilih turun tangan, menggerakkan kekuatan masyarakat sekitar untuk meringankan beban sesama. Setelah sekian lama, senyum lega akhirnya kembali menghiasi wajah Nenek Asih, merasakan kehangatan dari atap baru yang melindunginya.
perbaikan rumah gotong royong Babinsa
Terkait
  • Topik: perbaikan rumah, gotong royong, Babinsa
  • Tokoh: Nenek Asih, Serda Arif
  • Organisasi: Babinsa

Artikel terkait