Cerita Kehangatan Trending

Cerita Hangat: Babinsa di Papua Bantu Warga Bangun Gereja Dari Kayu Bekas

Cerita Hangat: Babinsa di Papua Bantu Warga Bangun Gereja Dari Kayu Bekas

Serda Yohanes, seorang Babinsa di Papua, memimpin warga membangun kembali gereja yang rubuh menggunakan kayu bekas dan semangat gotong royong. Kisah ini menjadi teladan nyata bagaimana kerukunan dan kebersamaan tumbuh di tengah keterbatasan. Gereja kecil itu berdiri kembali, membawa harapan dan kehangatan bagi seluruh warga Distrik Kobakma.

Di pelosok Distrik Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua, suasana hutan yang biasanya sunyi mendadak berubah riuh. Suara kapak beradu dengan kayu, tawa canda warga bercampur keringat, dan di tengah keramaian itu, Serda Yohanes—seorang Babinsa—tampak paling bersemangat. Ia bukan hanya aparat yang menjaga wilayah, melainkan sahabat yang rela meluangkan waktu luangnya untuk bersama warga membangun kembali gereja yang rubuh diterjang angin kencang. Tak ada dana besar, tak ada material mewah; yang ada hanyalah kayu bekas batang pohon tumbang dan sisa bangunan lama, serta semangat gotong royong yang luar biasa. Gereja kecil itu perlahan berdiri kembali, menjadi saksi bagaimana Babinsa di Papua merajut kerukunan dan menghidupkan harapan.

Kayu Bekas dan Tawa Canda: Semangat Gotong Royong ala Babinsa Yohanes

Serda Yohanes tak menyia-nyiakan waktu. Setelah tugas patroli dan pembinaan teritorial usai, ia langsung bergabung dengan puluhan warga di area gereja yang rusak. Bersama-sama mereka merambah hutan, memilah-milah kayu bekas yang masih layak pakai. Dengan kapak dan gergaji manual, setiap potong kayu dipotong, dihaluskan, dan disusun menjadi dinding-dinding baru. "Kami tidak punya dana, tetapi gotong royong adalah kunci. Saya sebagai Babinsa harus hadir di tengah warga, bukan hanya saat ada masalah, tapi juga saat mereka butuh tangan," ujarnya sambil menyeka keringat. Kehadirannya menjadi bukti nyata bahwa program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) benar-benar menyentuh hati warga pelosok. Proses bangun gereja dari kayu bekas ini bukan sekadar mendirikan tembok, melainkan menegakkan kembali semangat kebersamaan yang sempat goyah.

Air Mata Pendeta dan Kerukunan yang Tumbuh di Antara Puing

Pendeta Melkior (50) tak bisa menahan haru saat melihat gereja mulai berdiri kembali. Dengan mata berkaca-kaca, ia bercerita betapa berat cobaan ketika atap roboh dan dinding ambruk. "Pak Serda tidak hanya membantu fisik, tetapi juga menjaga kerukunan. Biar gereja kecil, tapi cinta kami besar. Beliau mengingatkan kami bahwa dalam keadaan sulit, kita tidak sendirian," tuturnya lirih. Kehadiran Babinsa di tanah Papua ini menjadi jembatan antara umat dan aparat, memperkuat rasa saling percaya. Warga dari berbagai latar belakang—termasuk tetangga yang berbeda agama—turut bahu-membahu tanpa sekat. Proses pembangunan yang hanya berlangsung dua minggu ini menghasilkan lebih dari sekadar tempat ibadah. Berikut manfaat langsung yang dirasakan warga:

  • Tempat Ibadah yang Layak: Gereja siap digunakan untuk ibadah Natal awal, menggantikan tenda darurat yang sebelumnya menjadi satu-satunya tempat berdoa.
  • Penguatan Kebersamaan: Gotong royong mengikat tali persaudaraan antargenerasi, dari anak-anak hingga orang tua, semua ikut ambil bagian dengan sukacita.
  • Teladan Tanpa Pamrih: Serda Yohanes menjadi contoh nyata bagaimana seorang Babinsa bisa menjadi motor penggerak di tengah keterbatasan material.
  • Kerukunan Umat Beragama: Pembangunan gereja ini juga dihadiri tetangga dari agama lain yang datang membantu dengan tulus.

Matahari mulai condong ke barat, tapi semangat warga belum padam. Deretan kayu bekas yang tadinya berserakan kini telah menjelma menjadi dinding-dinding kokoh yang siap menaungi doa. Serda Yohanes tersenyum lebar, melihat anak-anak bermain di sekitar halaman gereja yang baru. "Ini bukan gereja saya, bukan gereja bapak ibu, tapi gereja kita bersama," katanya disambut anggukan hangat. Di tengah keterbatasan, mereka membuktikan bahwa kerukunan dan gotong royong adalah bahan bangunan yang paling kuat. Gereja kecil dari kayu bekas ini berdiri megah, mengingatkan kita semua bahwa harapan selalu tumbuh di hati yang saling menjaga.

gotong royong pembangunan gereja peran Babinsa di Papua
Terkait
  • Topik: gotong royong, pembangunan gereja, peran Babinsa di Papua
  • Tokoh: Yohanes, Melkior
  • Tempat: Kobakma, Mamberamo Tengah, Papua

Artikel terkait