Di Desa Sukamaju, Lombok Timur, suara kambing mengembik kini bersahutan dengan sapaan hangat warga. Dulu, desa ini hanya ladang kering yang sunyi, tapi sekarang setiap sudut kandang dipenuhi semangat baru. Semua berkat uluran tangan prajurit TNI AD yang datang membawa ilmu peternakan modern. Pelatihan ini bukan sekadar teknik beternak, melainkan tentang membangun harapan dan kedekatan yang tulus antara TNI dan warga desa.
Dari Ragu Jadi Semangat: Kisah Pak Rudi dan Kambing Perahnya
Pak Rudi, petani setempat, awalnya ragu mengikuti pelatihan yang ditawarkan prajurit. "Mana mungkin kambing bisa menghasilkan susu sebanyak itu? Biasa saja, untuk daging," gumamnya dalam hati. Namun dengan sabar, para prajurit mengajarkan cara membuat kandang bersih, pakan fermentasi bergizi, dan teknik pemerahan susu yang higienis. Mereka tidak hanya bicara teori, tetapi setiap hari turun langsung ke kandang — membantu membersihkan, memberi vaksin, dan memeriksa kesehatan kambing. Perlahan, Pak Rudi mulai mencoba. Hasilnya sungguh di luar dugaan: kambingnya mampu menghasilkan susu hingga 3 liter per hari! Semangatnya pun membara, dan tetangga-tetangganya ikut bergabung. Kini, setiap sore warga dan prajurit sering ngobrol santai sambil memberi pakan kambing, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat.
Pelatihan ini membawa manfaat yang nyata bagi warga desa. Berikut beberapa hasil yang dirasakan langsung oleh para peternak:
- Kambing perah menghasilkan susu berkualitas tinggi, hingga 3 liter per hari per ekor.
- Susu dikumpulkan di koperasi desa dan dijual ke kota, menghasilkan keuntungan bersama.
- Pelatihan mencakup kandang bersih, pakan fermentasi, dan pemerahan higienis.
- Prajurit TNI turun langsung ke kandang, membantu pembersihan dan vaksinasi.
Gotong Royong di Setiap Sore: TNI dan Warga Bersatu
Program peternakan ini bukan sekadar proyek ekonomi, melainkan ikatan sosial yang menguatkan hubungan TNI dan warga desa. Setiap sore, selepas asyik memerah susu dan merawat kambing, para peternak duduk bersama prajurit di teras kandang. Mereka berbagi cerita, minum kopi, dan tertawa bersama. Prajurit tidak lagi terlihat sebagai aparat yang jauh, melainkan seperti saudara. "Mereka mengajari kami dengan hati," ujar Bu Sari, salah satu peserta. "Kami tidak hanya pintar beternak, tapi juga merasa punya keluarga baru." Pelatihan ini mengubah kehidupan warga secara nyata, meningkatkan ekonomi, dan mempererat rasa persatuan. Desa Sukamaju kini menjadi contoh bagaimana sebuah program teritorial yang tepat sasaran bisa membawa perubahan besar. Dari kandang-kandang sederhana, mimpi besar tumbuh bersama-sama.
Melihat semangat warga dan keramahan prajurit, hati rasanya hangat. Di bawah rindangnya pohon, kambing-kambing mengembik riang, sementara warga bergotong royong memerah susu. Tak ada sekat antara seragam loreng dan pakaian tani; yang ada hanya kebersamaan dan senyum. Harapan mengalir seperti susu segar yang diperah setiap hari — murni, bergizi, dan penuh cinta.