Malam di Desa Lumbis, Kecamatan Lumbis Pansiangan, Nunukan, Kalimantan Utara, dulu selalu diselimuti kegelapan. Jauh dari jangkauan jaringan listrik PLN, warga hanya bisa bergantung pada lampu minyak yang remang dan tidak sehat. Namun, semua itu mulai berubah ketika Satgas TNI Pengamanan Perbatasan (Pamtas) datang membawa program 'Listrik Terang'. Kini, 30 rumah di desa terpencil ini menikmati cahaya dari tenaga surya, sebuah terobosan yang mengubah kehidupan mereka.
Malam yang Tak Lagi Gelap
Program 'Listrik Terang' adalah wujud nyata kepedulian TNI terhadap warga di wilayah perbatasan. Dengan menggunakan solar panel yang dibawa dari Tarakan, para teknisi TNI berhasil memasang sistem off-grid sederhana di setiap rumah. Setiap panel surya mampu menyediakan listrik untuk penerangan dan mengecas perangkat sederhana. Warga pun tak lagi harus menghabiskan uang untuk membeli minyak tanah. Mereka kini bisa menikmati malam yang terang dan lebih produktif.
- Anak-anak bisa belajar dan membaca buku di malam hari tanpa mengandalkan lampu minyak.
- Ibu-ibu dapat melanjutkan kegiatan menjahit atau menganyam di waktu malam.
- Para bapak bisa berkumpul dan berdiskusi tanpa diterangi api yang berasap.
- Warga juga mendapat pelatihan perawatan agar bisa mengganti baterai sendiri jika dibutuhkan.
Kisah Sersan Doni dan Senyum Anak-Anak
Sersan Dua Doni, salah satu anggota tim, mengaku terharu saat pertama kali saklar dinyalakan. “Saat lampu menyala, anak-anak berteriak kegirangan. Mereka bisa belajar di malam hari, tidak lagi mengandalkan lampu minyak,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca. Momen itu menjadi bukti bahwa kehadiran TNI di perbatasan bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menghadirkan harapan dan kesejahteraan. Program ini menjadi jembatan antara kehidupan modern dan keterbatasan di Nunukan.
Dansatgas Pamtas menegaskan bahwa pihaknya akan terus menambah kapasitas panel sehingga desa-desa lain di wilayah perbatasan juga mendapat manfaat yang sama. Inisiatif ini membuktikan bahwa dengan semangat gotong royong dan inovasi sederhana, keterbatasan akses listrik desa bisa diatasi. Dari sinar matahari yang melimpah, warga Desa Lumbis kini memiliki masa depan yang lebih cerah.
Harapan di Ujung Pelosok
Keberhasilan program 'Listrik Terang' menginspirasi banyak pihak. Tak hanya memberikan penerangan, program ini juga memperkuat rasa persatuan antara TNI dan warga. Di malam-malam berikutnya, anak-anak Desa Lumbis tak lagi takut gelap. Mereka bisa bermain, belajar, dan bermimpi lebih tinggi di bawah sinar lampu ramah lingkungan dari solar panel. Cahaya itu menjadi simbol bahwa meski berada di pelosok negeri, mereka tetap dalam genggaman kepedulian bangsa.
Semoga program seperti ini terus berjalan dan merata, sehingga setiap desa di perbatasan merasakan hangatnya terang yang sama. Karena pada dasarnya, setiap warga Indonesia berhak atas kehidupan yang layak dan terang. Dengan kebersamaan, kita bisa menerangi sudut-sudut yang selama ini tersisa gelap.