Hari itu, Senin (12/10), perairan Kampung Tanaki di Kabupaten Sitaro terasa berbeda. Sebuah kapal laut merapat pelan, membawa rombongan personel Satuan Tugas TMMD ke-130 Kodim 1301/Sangihe. Dari kejauhan, terlihat anak-anak berlarian ke arah dermaga, dan para orang tua berhenti sejenak dari aktivitas mereka. Bagi warga Tanaki, kedatangan prajurit berseragam hijau ini bukanlah hal biasa. Ini adalah momen yang ditunggu, sebuah tanda bahwa pembangunan dan perhatian akan segera hadir di kampung halaman mereka yang terpencil di tengah kepulauan.
Menyusuri Ombak, Membawa Harapan Baru
Perjalanan menuju Tanaki bukanlah perjalanan yang mudah. Personel satgas harus menempuh jalur laut yang berombak, melewati gugusan pulau-pulau kecil yang menuntut kesabaran dan kesiapan. Letkol Czi Nazarudin, Dandim 1301/Sangihe, menegaskan bahwa tantangan geografis justru menjadi alasan utama kehadiran mereka. "Melalui program TMMD, kami berharap terjalin kerja sama yang semakin kuat antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat," ujarnya dengan penuh semangat. Kedatangan ini adalah bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, menjawab panggilan untuk membangun daerah-daerah yang sulit dijangkau.
Program TMMD di Tanaki tidak hanya sekadar membangun fisik, tetapi juga merangkul seluruh sendi kehidupan warga. Satgas siap turun tangan langsung untuk berbagai kegiatan, antara lain:
- Perbaikan akses jalan dan jembatan yang selama ini menjadi keluhan warga saat musim hujan.
- Pembangunan fasilitas umum seperti posyandu dan balai pertemuan yang bisa digunakan bersama.
- Penyuluhan kesehatan dan pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
- Bakti sosial dan gotong royong membersihkan lingkungan kampung.
Bersama Membangun Tanaki, Gotong Royong yang Tak Pernah Padam
Di tengah kesibukan persiapan, Dandim Nazarudin berpesan kepada seluruh personel untuk menjaga disiplin dan membangun hubungan yang harmonis dengan warga. "Kita datang bukan untuk menggurui, tapi untuk bekerja bersama, bergotong royong membangun kampung ini," tegasnya. Warga Tanaki pun menyambut dengan tangan terbuka. Mereka sudah lama menanti sentuhan pembangunan yang bisa menjawab kebutuhan sehari-hari. Melihat seragam hijau yang siap membantu, rasa percaya diri mereka kembali tumbuh. Mereka yakin, pembangunan yang akan dikerjakan bukan sekadar proyek jangka pendek, melainkan warisan berharga untuk anak cucu mereka.
Hari mulai senja, namun semangat di Kampung Tanaki tidak pernah padam. Semua bergerak, saling bahu-membahu. Satgas TMMD dan warga menjadi satu keluarga, merajut asa untuk masa depan yang lebih baik. Di sana, di pelosok kepulauan yang terjal, kemanunggalan TNI dan rakyat terus menyala, menjadi obor yang menerangi jalan menuju kesejahteraan. Warga Tanaki pun tersenyum, karena kini mereka tidak lagi berjalan sendiri. Bersama satgas, setiap peluh dan tawa akan menjadi cerita indah tentang gotong royong dan persaudaraan.