Di ujung timur Indonesia, tepatnya di Kampung Skofro, perbatasan Papua, sore hari bukanlah sekadar waktu untuk beristirahat. Bagi anak-anak di sana, setelah seharian membantu orang tua di kebun atau mencari kayu bakar, ada satu tempat yang kini menjadi tujuan favorit mereka: sebuah taman bacaan sederhana yang didirikan oleh Satgas Pamtas Yonif 713/Satya Tama. Di tengah keterbatasan akses hiburan dan buku bacaan, kehadiran taman bacaan ini bagaikan oase di tengah padang pasir—memberikan warna baru pada kehidupan mereka.
Taman Bacaan: Oase Bacaan di Ujung Negeri
Para prajurit yang bertugas menjaga kedaulatan negara tidak hanya membawa senjata, tetapi juga membawa semangat berbagi. Melihat anak-anak Skofro yang jarang tersentuh buku cerita atau bahan bacaan lain, Danpos dan anggotanya berinisiatif memanfaatkan bahan seadanya. Dengan dukungan penuh dari warga setempat, mereka membangun rak buku dari kayu bekas, menggelar tikar di bawah pohon rindang, dan mengumpulkan buku-buku sumbangan dari berbagai pihak. Hasilnya? Sebuah taman bacaan sederhana yang langsung disambut riuh rendah tawa dan senyum anak-anak.
Setiap sore, setelah kewajiban membantu orang tua selesai, puluhan anak berdatangan. Mereka tidak hanya membaca buku cerita bergambar, tetapi juga belajar menggambar, mewarnai, dan mendengarkan dongeng yang dibacakan dengan penuh kehangatan oleh para prajurit. Suasana akrab dan penuh canda membuat tempat ini begitu istimewa—bukan sekadar ruang baca, melainkan ruang berbagi mimpi.
Bersama Membangun Mimpi, Satu Buku Satu Langkah
"Kami ingin memberikan sesuatu yang bermakna untuk masa depan mereka, selain tugas pengamanan," tutur Danpos dengan mata berbinar. Buku-buku yang terkumpul memang tidak banyak, namun setiap halaman yang dibaca membuka jendela dunia bagi anak-anak perbatasan. Melalui taman bacaan ini, TNI tidak hanya membangun fisik, tetapi juga membangun mimpi dan wawasan. Berikut beberapa manfaat yang dirasakan warga dan anak-anak:
- Meningkatkan minat baca anak-anak yang sebelumnya jarang bersentuhan dengan buku.
- Menumbuhkan kreativitas melalui kegiatan menggambar dan bercerita.
- Mempererat hubungan antara TNI dan warga, menciptakan rasa saling percaya dan kebersamaan.
- Memberikan alternatif hiburan positif di tengah minimnya akses hiburan lain.
Langkah kecil ini menjadi pondasi besar untuk membuka cakrawala mereka terhadap dunia yang lebih luas. Anak-anak Skofro kini memiliki alasan baru untuk tersenyum setiap sore—bukan hanya karena buku, tetapi karena ada yang peduli dan hadir di tengah mereka. Taman bacaan ini adalah bukti bahwa kepedulian tidak selalu harus besar, yang penting adalah ketulusan dan keberlanjutan. Semoga semangat ini terus menyala, dan suatu hari nanti, dari kampung kecil di perbatasan ini, akan lahir generasi-generasi yang cerdas dan berwawasan luas.