Gemuruh ombak di bibir pantai Dusun 3, Desa Pangkalan Terap, Kabupaten Pelalawan, kini berteman dengan bunyi palu yang bersahutan. Sejak tiga hari lalu, angin laut tak hanya membawa kabar dari laut lepas, tetapi juga suara tawa dan semangat gotong royong yang begitu hangat. Di sebidang tanah yang menjadi pusat harapan, sebuah fasilitas MCK umum mulai berbentuk. Progres pembangunannya telah mencapai 17 persen—sebuah angka yang mungkin terlihat kecil di atas kertas, tetapi bagi puluhan keluarga nelayan yang selama ini hidup dengan sanitasi serba terbatas, itu adalah sebuah langkah besar menuju kehidupan yang lebih sehat dan bermartabat.
Dari Senyum Ibu Desi, Harapan Warga Pesisir Bersemi
Di pinggir lokasi pembangunan, Ibu Desi berdiri dengan sorot mata yang tak sabar. Kain sarung masih tergenggam di tangannya, tanda ia baru saja meninggalkan pekerjaan rumah tangganya untuk sekadar menyaksikan kemajuan ini. "Kami warga di sini sangat senang dan bersyukur sekali," ujarnya, suaranya penuh haru. Ia bercerita tentang anak-anak yang rentan sakit, tentang impian kecil agar keluarga mereka memiliki tempat mandi, cuci, dan kakus yang layak. Cerita Ibu Desi adalah cerminan dari semua tetangganya di Dusun 3—sebuah harapan sederhana untuk sanitasi yang baik demi masa depan anak-anak mereka yang lebih cerah.
MCK Ini Lebih dari Sekadar Bangunan, Ini tentang Membangun Asa
Program pembangunan desa di Pelalawan kali ini menyentuh hati karena berangkat dari obrolan akrab dan mendengarkan langsung keluh kesah warga. MCK yang sedang didirikan oleh Satgas TMMD bersama warga Dusun 3 ini bukan cuma soal batu bata dan semen. Ia adalah simbol masa depan. Manfaatnya begitu nyata dalam keseharian mereka, seperti:
- Mengurangi ancaman penyakit, terutama bagi anak-anak yang tumbuh di lingkungan pesisir.
- Memberikan kenyamanan dan privasi, sebuah hal yang menjadi barang langka bagi keluarga-keluarga di sini.
- Menjadi sarana untuk menanamkan pola hidup bersih dan sehat pada generasi penerus desa.
- Memperkuat rasa memiliki, karena fasilitas ini nantinya akan dijaga bersama sebagai milik bersama warga.
Setiap denting palu dan tumpukan batu adalah bagian dari proses gotong royong yang menghangatkan. Di balik angka 17 persen itu, tersimpan ribuan cerita kecil: gelak tawa anak-anak yang penasaran, tangan-tangan warga yang rela membantu membersihkan lahan, dan obrolan santai penuh keakraban antara prajurit dan warga di sela-sela istirahat. Inilah esensi program kedekatan teritorial—tidak sekadar menyelesaikan pembangunan desa, tetapi merajut kembali ikatan kemanusiaan, saling menghormati, dan menguatkan satu sama lain.
Dusun 3, Pangkalan Terap di Pelalawan, perlahan tapi pasti sedang membangun kisah barunya. Sebuah kisah yang berawal dari obrolan hangat di pinggir pantai, kini menjelma menjadi sebuah harapan konkret untuk kehidupan yang lebih baik. Semoga dengan selesainya pembangunan MCK ini, gelombang harapan yang sama juga terus mengalir, mengajak kita semua untuk selalu peduli dan bergotong royong dalam membangun negeri dari desa tercinta ini.