Program & Bantuan Trending

Program TMMD ke-125 Bangun Jembatan Gantung di Pelosok Lebak

Program TMMD ke-125 Bangun Jembatan Gantung di Pelosok Lebak

Program TMMD ke-125 membangun jembatan gantung di Kampung Ciparay, Desa Sukamaju, Lebak, Banten, yang telah lama dinantikan warga desa terpencil. Selain mempercepat akses sekolah dan ekonomi, pembangunan ini merajut kebersamaan antara TNI dan masyarakat lewat gotong royong. Jembatan ini menjadi simbol harapan baru yang menghangatkan Kampung Ciparay.

Di Kampung Ciparay, Desa Sukamaju, Kabupaten Lebak, Banten, suara tawa dan obrolan warga kini mengiringi denting palu dan besi. Puluhan tahun lamanya, warga desa terpencil ini harus bersusah payah menyeberangi Sungai Cidurian saat musim hujan. Derasnya arus sering membuat anak-anak terlambat sekolah dan petani kesulitan membawa hasil panen. Namun hari-hari itu akan segera berakhir. Program TNI Manunggal Membangun Desa, atau TMMD ke-125, mulai membangun jembatan gantung yang dinanti-nantikan warga.

Bagi Ibu Sari, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di seberang sungai, jembatan ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Anak-anaknya dulu kerap terlambat sekolah setiap kali Sungai Cidurian meluap. Kini, dengan jembatan gantung yang kokoh, waktu tempuh mereka ke sekolah bisa dipangkas setengah jam. Kebahagiaan itu terpancar dari mata setiap warga yang melihat tiang-tiang jembatan mulai berdiri. Rasanya seperti menyambut harapan baru yang telah lama mereka idam-idamkan.

Dari Pelosok Lebak, Jembatan Gantung Menjadi Jembatan Harapan

Semangat gotong royong benar-benar terasa di lokasi TMMD ke-125. Prajurit dari Kodim 0603/Lebak bahu-membahu dengan warga mengangkut material dari desa tetangga. Medan yang terjal dan licin tidak menyurutkan langkah mereka. Bapak-bapak dan pemuda desa bergantian memanggul besi dan kayu, sementara ibu-ibu menyiapkan makanan dari posko. Danramil 0301/Maja, Kapten Budi, menyampaikan bahwa jembatan ini akan diresmikan bersamaan dengan bakti sosial kesehatan dan pembagian sembako. Rencana itu membuat warga semakin bersyukur: pembangunan di desa terpencil ini tidak hanya menyentuh akses jalan, tetapi juga kesehatan dan kebutuhan pokok masyarakat.

Bukan Sekadar Bangunan, tetapi Merajut Ukhuwah

Di balik proses pembangunan, ada cerita hangat yang terus berlangsung. Warga bergiliran menjaga posko TMMD di malam hari, menyediakan makanan tradisional untuk para prajurit yang bertugas. Suasana penuh kekeluargaan ini menunjukkan bahwa pembangunan fisik di desa terpencil juga merajut ukhuwah. Kepala desa setempat berharap jembatan gantung ini bisa meningkatkan ekonomi warga, terutama petani kopi yang selama ini kesulitan membawa hasil panen ke kota. Jembatan ini bukan hanya penyeberangan, melainkan urat nadi kehidupan baru bagi warga Kampung Ciparay.

Manfaat yang kini dirasakan dan diharapkan warga Kampung Ciparay antara lain:

  • Anak-anak tidak perlu lagi terlambat sekolah ketika Sungai Cidurian meluap.
  • Waktu tempuh antar kampung dipangkas hingga setengah jam.
  • Petani kopi memiliki akses lebih baik untuk membawa hasil panen ke kota.
  • Bakti sosial kesehatan dan pembagian sembako menyertai peresmian jembatan.

Jembatan gantung di Kampung Ciparay ini kelak bukan sekadar penyeberang, melainkan pengingat bahwa ketika TNI dan warga bergandeng tangan, hal-hal besar bisa lahir dari desa terpencil. Semoga semangat gotong royong ini terus hidup, tidak hanya sampai jembatan selesai, tetapi sampai anak cucu kita nanti sekali lagi melihat sungai dan berkata: kita bisa karena kita bersama.

TMMD pembangunan jembatan gantung Lebak
Terkait
  • Topik: TMMD, pembangunan jembatan gantung, Lebak
  • Tokoh: Ibu Sari, Kapten Budi
  • Organisasi: TNI, Kodim 0603/Lebak
  • Tempat: Kampung Ciparay, Desa Sukamaju, Kabupaten Lebak, Banten, Sungai Cidurian

Artikel terkait