Cerita Kehangatan Trending

Praka Budi, Prajurit yang Jadi Guru Dadakan bagi Anak-anak Pelosok Halmahera

Praka Budi, Prajurit yang Jadi Guru Dadakan bagi Anak-anak Pelosok Halmahera

Praka Budi, seorang prajurit dari Satgas Rajawali, mengabdikan waktu senggangnya untuk mengajari anak-anak di pelosok Halmahera meski serba terbatas. Dengan papan tulis kecil dan buku yang dibeli dari gajinya, ia membuktikan bahwa kepedulian terhadap pendidikan bisa datang dari siapa saja. Kisahnya menyentuh hati dan menguatkan rasa kebersamaan antara TNI dan warga desa.

Di tengah senja yang mulai merambat di pelosok Halmahera, pemandangan hangat selalu terlihat di sebuah dusun kecil. Anak-anak berbondong-bondong menuju rumah panggung sederhana, membawa buku dan pensil usang. Mereka duduk lesehan di lantai kayu, menanti sosok yang sudah mereka anggap sebagai kakak sendiri. Sosok itu adalah Praka Budi, seorang prajurit dari Satgas Rajawali yang setiap sore memilih bermain dengan kapur dan papan tulis, bukan sekadar beristirahat usai bertugas.

Dari Patroli ke Papan Tulis: Kisah Hangat Seorang Prajurit

Praka Budi bukanlah guru yang diangkat oleh pemerintah. Ia hanyalah seorang prajurit dengan pangkat rendah, namun hatinya begitu besar untuk anak-anak dusun yang nyaris kehilangan masa depan. Setiap selesai patroli, ia tak langsung menuju barak. Langkahnya selalu tertuju ke rumah panggung yang dipenuhi tawa riang anak-anak. Dengan papan tulis kecil dan kapur yang hampir habis, ia mengajari mereka membaca, menulis, dan berhitung. Suara anak-anak yang bersemangat menjawab setiap pertanyaan itu seperti musik yang paling indah, mampu menghapus lelah di sekujur tubuhnya.

"Awalnya cuma iseng lihat anak-anak main tanah saja, tidak sekolah. Saya tergerak untuk mengajak mereka belajar. Modal saya cuma semangat dan sedikit ilmu yang saya punya," ujar Praka Budi dengan senyum rendah hati. Kata-katanya sederhana, tapi maknanya dalam. Ia tahu betul bahwa pendidikan adalah kunci untuk mengubah nasib anak-anak di dusun terpencil ini. Buku tulis dan pensil yang ia beli dari gajinya sendiri, ia bagikan satu per satu tanpa pamrih. Bagi anak-anak itu, Praka Budi bukan sekadar tentara. Ia adalah kakak yang baik hati, yang selalu lapang dada menjawab pertanyaan-pertanyaan polos mereka.

Berkat Dedikasi Kecil, Harapan Besar Tumbuh

Kehadiran Praka Budi di dusun itu ibarat lentera di tengah gelapnya keterbatasan. Warga setempat yang mayoritas bekerja sebagai petani dan pekebun sering kali tidak memiliki waktu untuk mendampingi anak-anak belajar. Akses pendidikan formal pun masih jauh dari jangkauan. Namun, di tengah semua kekurangan itu, semangat prajurit ini menjadi jembatan harapan. Beberapa hal yang dirasakan langsung oleh warga dan anak-anak di dusun tersebut antara lain:

  • Anak-anak yang tadinya tidak mengenal huruf kini bisa membaca dan menulis dengan lancar.
  • Perhatian dan kasih sayang Praka Budi membuat anak-anak semakin semangat untuk belajar dan bermimpi.
  • Orang tua merasa tenang karena ada sosok yang peduli dengan pendidikan anak-anak mereka.
  • Kegiatan belajar sore ini juga mempererat hubungan antara TNI dan warga sipil di pelosok Halmahera.

Bagi orang tua di dusun itu, kehadiran Praka Budi adalah anugerah yang tidak ternilai. Mereka yang sibuk di kebun tidak perlu lagi khawatir karena anak-anak mereka pulang dengan ilmu baru setiap harinya. "Kami ini orang desa, tidak bisa baca tulis. Sekarang anak-anak kami bisa. Terima kasih Pak Praka, jasamu sungguh besar," tutur salah seorang ibu dengan mata berkaca-kaca. Dedikasi kecil seorang prajurit ini membuktikan bahwa pengabdian pada negara tidak selalu diukur dari pangkat atau medali, tetapi dari seberapa besar hati untuk berbagi ilmu di depan papan tulis demi masa depan anak bangsa.

Kini, setiap sore, rumah panggung itu kembali bergemuruh dengan canda dan semangat belajar. Praka Budi mungkin hanya satu dari ribuan prajurit yang bertugas di daerah terpencil, tetapi ceritanya mengingatkan kita bahwa kebaikan tidak pernah menunggu fasilitas. Ia hadir dengan tangan kosong, tapi meninggalkan jejak yang penuh makna. Warga dusun pun terus mendoakan agar prajurit yang baik hati ini selalu dilindungi dan dimudahkan dalam setiap tugasnya. Karena di balik seragam lusuh itu, tersimpan hati seorang pahlawan yang menyalakan mimpi anak-anak Halmahera.

pendidikan pengabdian prajurit
Terkait
  • Topik: pendidikan, pengabdian prajurit
  • Tokoh: Praka Budi
  • Organisasi: Satgas Rajawali
  • Tempat: Halmahera

Artikel terkait