Program & Bantuan Trending

Polres Wonosobo Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Lereng Sindoro

Polres Wonosobo Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Lereng Sindoro

Polres Wonosobo bersama Bhayangkari menyalurkan 500 paket bantuan sembako kepada warga desa di lereng Gunung Sindoro, Kecamatan Sukorjo, yang sulit dijangkau. Bantuan ini menyasar lansia, janda, dan anak yatim, dengan Kapolres AKBP Eko Prasetyo turun langsung menyusuri jalan berbatu. Program ini akan berlanjut setiap bulan, mempererat kedekatan antara polisi dan warga desa.

Di balik dinginnya pagi di lereng Gunung Sindoro, ada kehangatan yang justru terasa lebih kuat. Warga Desa Sukorjo, Wonosobo, yang rumahnya terselip di antara bebatuan dan jalan setapak, pagi itu dikejutkan dengan kedatangan rombongan Polres Wonosobo dan ibu-ibu Bhayangkari. Mereka datang bukan sekadar patroli, melainkan membawa 500 paket sembako untuk warga yang paling membutuhkan: lansia, janda, dan anak yatim yang rumahnya sulit dijangkau. Kapolres AKBP Eko Prasetyo tak sekadar memimpin dari belakang, ia ikut menyusuri jalan berbatu, menenteng beras dan minyak, untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang tepat. "Kami tidak ingin ada warga yang kelaparan meskipun medan sulit," ucapnya sambil menyeka keringat. Di sinilah, di desa pelosok, polisi bukan hanya penegak hukum, tapi juga tetangga yang peduli.

Menyusuri Jalan Berbatu, Mengantar Senyuman ke Lereng Sindoro

Perjalanan menuju rumah-rumah warga memang tidak mudah. Jalan berbatu dan menanjak menjadi tantangan tersendiri, tetapi semangat para anggota Polres Wonosobo dan Bhayangkari tak surut. Mereka bergotong royong membawa paket sembako yang berisi beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan pokok lainnya. Salah satu penerima bantuan adalah Mbah Sarinem, seorang nenek berusia 70 tahun yang tinggal sendirian di gubuk kecil. Dengan mata berkaca-kaca, ia menerima bantuan itu. "Sudah seminggu ini hanya makan singkong, sekarang ada beras dan minyak, terima kasih Bapak Polisi," katanya sambil memeluk bantuan erat-erat. Adegan ini menjadi pengingat bahwa di balik angka 500 paket, ada cerita-cerita haru yang tak terhitung.

Gotong Royong di Lereng Sindoro: Polisi, Bhayangkari, dan Harapan Warga Desa

Kegiatan ini bukan sekadar bagi-bagi sembako, melainkan wujud nyata kedekatan teritorial antara polisi dan warga desa. Polres Wonosobo tidak hanya hadir saat ada masalah, tapi juga saat warga membutuhkan uluran tangan. Program ini direncanakan berlanjut setiap bulan, menjangkau desa-desa di lereng Sindoro yang jarang tersentuh bantuan. Berikut adalah beberapa manfaat langsung yang dirasakan warga:

  • Meringankan beban ekonomi warga desa yang mayoritas petani dan buruh harian, terutama di musim paceklik.
  • Mempererat silaturahmi antara polisi dan masyarakat, membangun kepercayaan bahwa polisi adalah sahabat.
  • Memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan seperti lansia, janda, dan anak yatim yang kerap terlupakan.
  • Menunjukkan bahwa bantuan sosial bisa hadir di daerah paling terpencil sekalipun, tanpa terkendala medan.

Mbah Sarinem dan warga lainnya kini tak lagi merasa sendirian. Mereka tahu, ada Polres Wonosobo yang selalu siap turun tangan. Program bantuan sembako ini menjadi bukti bahwa kepedulian tidak mengenal jarak. Setiap paket yang diantar bukan hanya berisi bahan pangan, tapi juga doa dan harapan baru bagi warga desa di lereng Sindoro. Semoga semakin banyak pihak yang terinspirasi untuk ikut serta dalam gotong royong semacam ini, sehingga tak ada lagi warga yang harus bertahan hidup hanya dengan singkong.

bantuan sosial sembako Polres Wonosobo
Terkait
  • Topik: bantuan sosial, sembako, Polres Wonosobo
  • Tokoh: Eko Prasetyo, Mbah Sarinem
  • Organisasi: Polres Wonosobo, Bhayangkari
  • Tempat: Wonosobo, Gunung Sindoro, Sukorjo

Artikel terkait