Program & Bantuan Trending

Kodim di Sulawesi Tengah Gelar Pelatihan Pertanian Organik untuk Pemuda Desa

Kodim di Sulawesi Tengah Gelar Pelatihan Pertanian Organik untuk Pemuda Desa

Di sebuah desa di Sulawesi Tengah, Kodim setempat menggelar pelatihan pertanian organik bagi pemuda desa. Dengan tangan yang menggenggam cangkul, mereka belajar membuat kompos dan pestisida nabati, menanamkan kemandirian pangan serta harapan baru untuk tidak perlu merantau jauh. Program ini menjadi bukti nyata kedekatan TNI dengan warga desa, menumbuhkan semangat gotong royong dan cinta tanah air.

Pagi itu, desa di Sulawesi Tengah masih berselimut embun. Udara segar bercampur aroma dedaunan basah menyambut langkah kaki para pemuda yang datang berduyun-duyun ke lapangan desa. Tak seperti biasanya, tangan mereka yang lincah menggeser layar ponsel kini menggenggam cangkul dan sekop. Hari itu, Kodim setempat menggelar pelatihan pertanian organik—sebuah program yang bukan hanya mengajarkan teknik bercocok tanam, tetapi juga menumbuhkan mimpi baru di hati pemuda desa. Suara canda tawa mereka mengisi udara, bercampur dengan semangat yang terpancar dari setiap gerakan. Inilah pemandangan yang menghangatkan: anak muda yang biasanya sibuk dengan dunia maya, kini mulai akrab dengan tanah yang akan menjadi ladang harapan.

Gawai Diganti Cangkul, Tangan Muda Mengolah Tanah

Pelatihan ini bukan sekadar teori di atas kertas. Para peserta diajak langsung mempraktikkan cara membuat pupuk kompos dari sisa dapur dan dedaunan kering. Mereka juga belajar meracik pestisida nabati dari daun mimba dan tembakau—bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar desa. Suasananya hidup: ada yang menghaluskan daun, ada yang mengukur campuran air, semuanya bekerjasama dengan riang. Bapak Danramil membuka pelatihan dengan pesan yang menyentuh hati, "Kami ingin pemuda tak perlu merantau jauh. Hasil bumi dari tanah sendiri bisa menjamin hidup jika diolah dengan ilmu." Kalimat itu terasa seperti angin segar yang meniupkan keyakinan. Mereka mulai percaya bahwa desa mereka punya potensi besar, asalkan digarap dengan cara yang benar.

  • Mengurangi ketergantungan pada pupuk dan pestisida kimia yang mahal dan berbahaya bagi kesehatan.
  • Menjaga kesuburan tanah dan kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.
  • Membuka peluang usaha baru bagi pemuda desa, seperti produksi kompos dan pestisida nabati yang bisa dijual.
  • Meningkatkan nilai jual hasil pertanian yang lebih sehat, ramah lingkungan, dan dicari pasar.

Dari Daun Mimba dan Tembakau, Tumbuh Kemandirian

Di sesi praktik, semangat gotong royong begitu terasa. Para pemuda yang awalnya kaku kini mulai mahir mencampur bahan-bahan alami. Mereka yang lebih akrab dengan dunia digital kini akrab dengan wewangian alami dari tanaman. Di akhir pelatihan, setiap peserta diberi benih sayuran organik untuk ditanam di pekarangan rumah masing-masing. Benih itu bukan sekadar biji tanaman—ia adalah simbol harapan yang dibawa pulang ke rumah-rumah sederhana. Para pemuda itu pun bertekad menjadikan desanya sebagai sentra produk organik. Mereka mulai membayangkan ladang-ladang kecil yang subur, warung yang menjual sayuran segar hasil jerih payah sendiri, dan desa yang semakin dikenal karena kebaikan alamnya. Semangat ini menular, bahkan beberapa yang semula ragu kini mulai berani mencoba. Pelatihan ini membuktikan bahwa TNI hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga turut menumbuhkan kemandirian pangan dan harapan bagi generasi muda di pelosok. Kedekatan teritorial ini sungguh nyata—bukan cerita di atas kertas, melainkan aksi yang menyentuh bumi dan tangan-tangan yang mengerjakannya.

Ketika sore mulai tiba dan para pemuda pulang membawa benih serta ilmu baru, ada kehangatan yang menyelimuti desa. Mereka tak lagi merasa asing dengan tanah kelahirannya. Di genggaman mereka, ada secercah harapan yang siap tumbuh—seperti benih yang akan segera bersemi, seperti desa yang perlahan bangkit. Di sinilah kita semua diajak percaya: perubahan besar bisa dimulai dari satu pelatihan, satu cangkul, dan satu tekad untuk pulang ke rumah dan mengolah ladang sendiri. Program seperti ini membuat kita merasa bahwa tidak ada yang mustahil jika kita bergandengan tangan, bersama-sama memuliakan tanah yang memberi hidup.

pertanian organik pelatihan pemuda desa kemandirian pangan
Terkait
  • Topik: pertanian organik, pelatihan pemuda desa, kemandirian pangan
  • Organisasi: Kodim, TNI
  • Tempat: Sulawesi Tengah

Artikel terkait