Matahari pagi belum tinggi benar saat riuh rendah suara canda tawa anak-anak Desa Ujung Lero mulai terdengar. Mereka berjalan berbondong-bondong menyusuri pematang sawah yang basah, sebagian kecil ada yang sambil berlari-lari kecil. Tujuan mereka jelas, sebuah bangunan sederhana yang berdiri kokoh di tengah hamparan hijau, tempat mereka akan belajar. Di desa terpencil di Kecamatan Lero, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan ini, semangat anak-anak tak pernah pudar meski jarak dan keterbatasan jadi teman sehari-hari. Namun, hari ini bukan sekadar pelajaran biasa, karena yang akan mengajar mereka adalah para prajurit TNI dari Kodim 1401 Parepare. Kehadiran mereka membawa secercah harapan baru bagi pendidikan di desa terpencil ini. Program TNI Mengajar yang digagas Kodim Parepare ini langsung menyentuh hati warga, karena para prajurit tidak hanya datang, tetapi benar-benar hadir sebagai bagian dari kehidupan mereka.
Empat Prajurit, Secercah Harapan di Ujung Lero
Kekurangan tenaga guru di daerah terisolasi memang bukan cerita baru. Namun, kehadiran program TNI Mengajar yang digagas oleh Kodim 1401 Parepare ini menjadi secercah harapan yang nyata. Empat prajurit berpangkat bintara dengan sabar bergiliran mengajar, tak kenal lelah. Mereka membagi ilmu untuk 30 anak SD mulai dari pelajaran matematika, bahasa Indonesia, hingga pengetahuan umum. Serda Junaedi, salah satu pengajar, menceritakan kebahagiaannya melihat antusiasme anak-anak didiknya. "Mereka datang pagi-pagi dengan senyum, meski harus berjalan kaki dua kilometer," ujarnya dengan nada bangga. Bukan hanya mengajar ilmu, mereka juga menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air pada setiap pertemuan. Suasana belajar pun terasa hangat, seperti obrolan di rumah sendiri, di mana anak-anak bebas bertanya dan tertawa bersama para prajurit.
Bagi anak-anak Desa Ujung Lero, kehadiran para prajurit ini bukan sesuatu yang menakutkan. Justru mereka hadir sebagai kakak dan teman yang menyenangkan. Seragam loreng yang biasa dilihat di televisi itu kini ada di depan mata, mengajari mereka hal-hal baru dengan penuh kesabaran. Anak-anak seperti Andi dan teman-temannya kian bersemangat setiap kali waktu belajar tiba. Mereka tahu, setiap pertemuan adalah kesempatan untuk meraih mimpi yang selama ini terasa jauh. Di tengah keterbatasan sinyal dan akses jalan yang sulit, para prajurit TNI menjadi jembatan bagi mereka untuk mengenal dunia yang lebih luas.
Kedekatan yang Melampaui Tembok Kelas
Program TNI Mengajar ini tak hanya mendekatkan prajurit dengan anak-anak desa, tetapi juga mempererat hubungan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Seakan tak ada jarak, para prajurit dengan seragam lorengnya itu hadir sebagai teman, kakak, dan orang tua bagi mereka. Manfaat yang dirasakan warga sangat hangat dan mendalam, antara lain:
- Anak-anak mendapatkan akses pendidikan yang sebelumnya terbatas.
- Menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat belajar anak-anak desa.
- Menanamkan nilai-nilai cinta tanah air sejak dini.
- Memperkuat ikatan emosional antara TNI dan masyarakat setempat.
Ibu Sitti, salah satu orang tua murid, mengaku bersyukur. Sejak ada TNI Mengajar, anaknya yang tadinya pemalu dan malu-malu untuk pergi ke sekolah kini menjadi lebih percaya diri. Lebih dari itu, lingkungan sosial di desa ini pun ikut menghangat, rasa kebersamaan antara warga dan para prajurit terjalin begitu erat. Kerja keras dan ketulusan para prajurit ini seakan menjadi energi positif yang menular. Semangat gotong royong yang dulu kental di desa kini kembali terasa. Program yang menyentuh langsung denyut nadi pendidikan di desa terpencil ini diharapkan terus berlanjut.
Melalui langkah kecil yang tak pernah berhenti, para prajurit Kodim 1401 Parepare menunjukkan bahwa pendidikan adalah milik semua anak bangsa, di mana pun mereka berada. Desa Ujung Lero yang dulu sunyi kini berubah hangat oleh senyum dan semangat anak-anak yang tak pernah padam. Semoga program TNI Mengajar ini menginspirasi lebih banyak pihak untuk turun tangan dan berbagi, karena kebersamaan kita adalah kekuatan terbesar untuk membangun generasi cerdas dan berkarakter di tanah air.