Cerita Kehangatan Trending

Kisah Prajurit TNI Mengajar Anak-Anak Desa di Perbatasan RI-Malaysia

Kisah Prajurit TNI Mengajar Anak-Anak Desa di Perbatasan RI-Malaysia
Di Pos Lintas Batas (PLB) Entikong, Kalimantan Barat, suasana sore selalu ramai oleh anak-anak Desa Tanjung Bunga. Mereka datang dengan buku dan pensil untuk belajar membaca, berhitung, dan belajar bahasa Inggris bersama Serda Andri dan tiga rekannya. Prajurit yang bertugas jaga perbatasan itu merelakan waktu istirahat mereka untuk mengajar. Program ini berawal dari keprihatinan melihat banyak anak putus sekolah karena jarak ke SD Negeri sejauh 5 km melewati hutan. Sejak tahun lalu, Pos PLB Entikong memiliki ruang belajar sederhana dari anyaman bambu. Anak-anak sangat antusias, apalagi Serda Andri sering menyelipkan cerita seru tentang kucing hutan dan burung rangkong. "Kami ingin mereka punya bekal, tidak hanya jadi petani," ujar Serda Andri sambil tersenyum. Ibu-ibu desa bergantian menyediakan jajanan ringan. Kadang-kadang warga desa dari seberang perbatasan (Malaysia) ikut menyekolahkan anak-anaknya di sini. Program ini dikenal dengan nama 'Sekolah Merah Putih'. Kepala desa berencana mengusulkan bantuan buku dan alat tulis ke Pemprov Kalbar. Tidak ada gempita, hanya senyum anak-anak yang tulus saat bisa menulis namanya sendiri. Kehangatan di pos perbatasan terasa sejuk di tengah rimbunnya hutan.
pendidikan perbatasan TNI anak-anak desa
Terkait
  • Topik: pendidikan, perbatasan, TNI, anak-anak desa
  • Tokoh: Serda Andri
  • Organisasi: TNI, Pos Lintas Batas Entikong, SD Negeri, Pemprov Kalbar
  • Tempat: Desa Tanjung Bunga, Entikong, Kalimantan Barat, Malaysia, perbatasan RI-Malaysia

Artikel terkait