Di sebuah dusun terpencil di perbatasan Kalimantan Barat, jauh dari gemerlap kota, hiduplah seorang prajurit TNI yang tak hanya menjaga garis batas negara, tetapi juga menjadi pelita bagi seorang anak yatim piatu. Kisah ini mengalir hangat seperti obrolan di teras rumah, menyentuh hati siapa pun yang mendengarnya. Sertu Hendra, seorang anggota TNI yang bertugas di pos perbatasan, setiap hari menyisihkan waktu untuk mengantar jemput Adi (9) ke sekolah yang berjarak 5 kilometer. Bukan hanya itu, setiap malam ia juga mengajari Adi membaca Al-Qur'an dan mengerjakan pekerjaan rumah. “Saya merasa terpanggil. Anak ini tidak punya siapa-siapa lagi. TNI adalah keluarganya yang baru,” ujar Sertu Hendra dengan suara bergetar.
Bapak Angkat di Tengah Tugas Negara
Sejak orang tua Adi meninggal akibat banjir bandang tahun lalu, hidup Adi berubah drastis. Namun, kehadiran Sertu Hendra bagaikan sinar di tengah kegelapan. Setiap pagi, sebelum matahari benar-benar terbit, Sertu Hendra sudah menjemput Adi di gubuk reotnya. Mereka berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang becek dan berbatu, namun di wajah Adi tak pernah tampak sedih. “Om Hendra baik sekali. Ia belikan saya sepatu baru dan buku gambar. Saya ingin jadi tentara seperti Om Hendra,” ucap Adi polos sambil memeluk prajurit itu. Kebersamaan mereka bukan hanya soal pendidikan, tetapi juga soal kasih sayang yang tulus.
Harapan Baru untuk Adi
Kisah ini menjadi viral setelah dibagikan oleh akun Instagram resmi TNI. Netizen pun terharu dan beramai-ramai mengirimkan donasi untuk Adi. Bantuan yang datang beragam, mulai dari:
- Pakaian dan perlengkapan sekolah
- Alat tulis dan buku-buku cerita
- Uang tunai untuk kebutuhan sehari-hari
Semua bantuan itu dikelola Sertu Hendra dengan penuh tanggung jawab. “Saya hanya ingin Adi bisa merasakan kebahagiaan seperti anak-anak lainnya. Dia punya masa depan yang cerah,” tambah Sertu Hendra. Adi kini lebih ceria dan semangat bersekolah. Ia bahkan sering bercerita tentang cita-citanya menjadi tentara, seperti bapak angkatnya.
Di perbatasan yang sunyi, cinta dan kepedulian TNI menjadi jembatan harapan bagi anak-anak yatim seperti Adi. Semoga kisah ini menginspirasi kita semua untuk selalu berbagi, karena kebaikan tidak mengenal jarak dan pangkat. Di mana pun kita berada, uluran tangan bisa mengubah hidup seseorang. Teruslah peduli, karena di balik setiap seragam TNI, ada hati yang hangat untuk rakyat.