Kilas Pelosok Trending

Kilas Pelosok: Listrik Tenaga Surya Akhirnya Menyala di Desa Terisolasi Sulawesi Tenggara

Kilas Pelosok: Listrik Tenaga Surya Akhirnya Menyala di Desa Terisolasi Sulawesi Tenggara

Desa Pulaupasi di Sulawesi Tenggara akhirnya menikmati terang berkat listrik tenaga surya (PLTS) yang dipasang TNI bersama Dinas ESDM. Kehadiran 50 panel surya ini tidak hanya menerangi rumah, mushala, dan balai desa, tetapi juga menghidupkan semangat gotong royong dan harapan baru warga. Dengan pelatihan perawatan dari TNI, warga kini bisa mandiri menjaga listrik tenaga surya untuk masa depan desa.

Malam di Desa Pulaupasi, sebuah desa terisolasi di Sulawesi Tenggara, dulu selalu diselimuti gelap pekat. Hanya lampu minyak tanah yang berpijar redup menemani warga, sementara anak-anak harus belajar sambil mengusap mata karena asap yang mengganggu. Namun, semua kini berubah. Sejak petugas TNI dari Kodim 1417 bersama Dinas ESDM memasang 50 unit panel surya untuk PLTS komunal, terang akhirnya hadir menyapa rumah-rumah warga, mushala, hingga balai desa. Air mata haru pun tak terbendung saat lampu-lampu itu menyala pertama kali.

Cahaya Itu Datang dari Timur, Menyapa Pulaupasi

Bagi warga Pulaupasi, terang bukan sekadar cahaya. Ini tentang harapan yang puluhan tahun terasa jauh. Sitti (70), seorang nenek renta, tak kuasa menahan tangis bahagia ketika lampu di rumahnya pertama kali menyala. Cucunya yang tadinya belajar di dekat lampu minyak yang temaram, kini bisa duduk tenang membaca buku di bawah cahaya yang terang. 'Ini bukan listrik biasa, ini masa depan untuk anak cucu kami,' ujarnya dengan suara bergetar.

Kehadiran TNI dalam program ini bukan hanya tentang memasang panel. Mereka duduk bersama warga, mendengar keluh kesah, dan bergotong royong membangun. Bupati dan Komandan Kodim 1417 hadir langsung dalam peresmian, dan Kepala Desa Pulaupasi menyebutnya sebagai kado terindah yang pernah diterima desanya. Malam yang tadinya menakutkan, kini berubah menjadi hangat dan penuh harapan.

TNI, PLTS, dan Semangat Gotong Royong yang Menyala

Manfaat dari listrik tenaga surya ini langsung terasa dalam keseharian warga. Sudah bukan rahasia lagi bahwa akses listrik mengubah banyak hal. Di Pulaupasi, aliran energi itu tidak hanya menerangi ruangan, tapi juga menghidupkan semangat kebersamaan. Beberapa hal yang kini dirasakan warga antara lain:

  • Rumah-rumah warga yang dulu gelap gulita kini terang benderang hingga malam hari.
  • Mushala desa menjadi lebih terang, sehingga warga bisa beribadah dengan khusyuk dan nyaman.
  • Balai desa yang sering gelap kini bisa dipakai untuk pertemuan, arisan, dan kegiatan kemasyarakatan lainnya.
  • Anak-anak sekolah bisa belajar dengan tenang di malam hari tanpa takut kelelahan karena cahaya yang temaram.
  • Pemuda desa mendapat pelatihan perawatan panel surya dari TNI, sehingga mereka bisa mengurus PLTS secara mandiri.

Pelatihan itu bukan sekadar teknis. Ini adalah cara TNI menanamkan kemandirian. Warga tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga dibekali keterampilan agar kelak bisa menjaga dan merawat listrik tenaga surya itu sendiri. Dari sinilah tumbuh rasa memiliki yang kuat. Panel-panel surya itu bukan milik orang luar, melainkan menjadi bagian dari kehidupan dan masa depan desa.

Kisah Desa Pulaupasi adalah pengingat bahwa negara hadir sampai ke sudut-sudut negeri. Di desa terisolasi di Sulawesi Tenggara ini, kehadiran TNI dan program PLTS tidak hanya membawa terang, tetapi juga menguatkan semangat gotong royong. Warga yang tadinya hidup dalam gelap kini mulai menyusun mimpi-mimpi baru. Anak-anak bisa belajar, orang tua bisa berkumpul, dan semua orang bisa tersenyum dalam terang yang sama. Karena terang sejati bukan hanya tentang lampu, melainkan tentang kebersamaan yang menyala di hati setiap warga.

listrik tenaga surya desa terisolasi Sulawesi Tenggara
Terkait
  • Topik: listrik tenaga surya, desa terisolasi, Sulawesi Tenggara
  • Tokoh: Sitti
  • Organisasi: TNI, Kodim 1417, Dinas ESDM
  • Tempat: Desa Pulaupasi, Sulawesi Tenggara

Artikel terkait