Pagi itu di Desa Parungponteng, Tasikmalaya, terasa berbeda. Suara gemericik air jernih menggantikan derap langkah berat para ibu yang biasa berjalan jauh sebelum matahari terbit. Untuk pertama kalinya dalam waktu lama, senyuman tulus menghiasi wajah mereka yang tak perlu lagi mengantre di sumber air keruh. Inilah fajar baru yang dihadirkan Program TMMD ke-129—kabar baik yang telah lama dinanti, menghidupkan harapan di setiap sudut desa.
Dari Obrolan di Warung Kopi Hingga Solusi Nyata di Lapangan
Semua berawal dari keluh kesah yang mengendap di hati warga. Di warung kopi dan pertemuan desa, cerita tentang kesulitan mendapatkan air bersih selalu mengemuka. Anak-anak kecil harus ikut mengangkut ember, sementara air yang didapat seringkali membuat khawatir bagi kesehatan. Kodim 0612/Tasikmalaya datang tidak dengan janji kosong, melainkan dengan kesediaan untuk duduk, mendengar, dan merasakan bersama. “Kami mendengar jeritan mereka,” ujar Komandan Kodim, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, dengan nada penuh empati. Dari mendengarlah, lahir keputusan membangun lima titik sumur bor di lokasi strategis dekat warga.
Air yang Mengalir, Harapan yang Tumbuh Bersama
Kini, lima sumur bor itu berdiri kokoh, bukan sekadar infrastruktur, melainkan simbol bahwa perhatian itu nyata. Bagi Kepala Desa, H. Entis Sutisna, kehadiran sumur ini adalah bukti bahwa negara hadir di saat warga paling membutuhkan. Perubahan kecil yang begitu berarti kini terasa dalam keseharian warga Tasikmalaya:
- Para ibu tak perlu lagi bangun sebelum subuh untuk antre, sehingga punya lebih banyak waktu berkualitas bersama keluarga.
- Anak-anak bisa mandi dengan air bersih sebelum sekolah, tubuh mereka lebih segar dan semangat belajar pun tumbuh.
- Aktivitas gotong royong seperti mencuci bersama menjadi momen yang lebih nyaman dan sehat.
- Risiko penyakit dari air minum yang tidak layak berkurang, terutama untuk anak-anak dan lansia.
- Rasa kebersamaan semakin erat, karena kini mereka berbagi sumber kehidupan yang sama dengan senyuman yang sama.
Perubahan ini mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi warga yang merasakan langsung dahaga dan perjuangan, setiap tetes air bersih itu adalah anugerah. Program TMMD ke-129 di Tasikmalaya membuktikan bahwa solusi terbaik lahir dari kedekatan, dari mendengar keluh kesah di warung kopi dan mengubahnya menjadi aksi nyata.
Di Parungponteng, air yang mengalir bukan hanya menghilangkan dahaga fisik, tetapi juga menyirami benih harapan dan kebersamaan. Setiap tetesnya mengingatkan kita bahwa di balik program besar, ada hati yang mendengar, ada tangan yang membantu, dan ada senyuman yang tumbuh bersama. Inilah kedekatan sejati—hadir ketika dibutuhkan, dan mengubah air menjadi berkah yang menghidupkan desa.