Musim tanam di Grobogan tahun ini terasa berbeda. Bukan hanya karena langit yang cerah atau sawah yang mulai menghijau, tapi karena kehadiran Komandan Kodim 0717/Grobogan, Letkol Inf Joko Susilo, yang memilih turun langsung ke tengah petani. Dengan sepatu boots yang masih berlumpur, ia menyusuri pematang sawah di Desa Sumberejo, menyapa para petani yang tengah sibuk merapikan lahan. Senyum dan sapa hangatnya membuat suasana pagi itu terasa begitu akrab, seperti obrolan tetangga di warung kopi.
Dandim dan Petani: Dialog di Tengah Sawah
"Kami ingin memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan tepat guna," ujar Dandim sambil duduk di pinggir sawah, berbincang akrab dengan Ketua Kelompok Tani 'Sumber Rejeki', Pak Slamet. Tak ada jarak, tak ada sekat. Mereka berdiskusi tentang jenis benih yang paling cocok, jadwal tanam, hingga kendala irigasi yang sering menghambat. Pak Slamet pun bercerita bahwa musim lalu hasil panen kurang maksimal karena benih yang digunakan tidak tahan hama. Kini, dengan bantuan benih unggul dari program ketahanan pangan TNI AD, para petani berharap musim ini lebih baik.
- Bantuan benih padi dan palawija disiapkan khusus untuk lahan di Grobogan
- Benih unggul dipilih berdasarkan karakteristik tanah dan cuaca setempat
- Pendampingan dari Babinsa dan penyuluh pertanian akan terus dilakukan hingga panen
- Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani di desa-desa
Bantuan Benih, Harapan Baru untuk Ketahanan Pangan
Program ini bukan sekadar bagi-bagi benih. Ada makna yang lebih dalam: gotong royong untuk ketahanan pangan. Dandim menjelaskan, bantuan benih unggul ini adalah bagian dari komitmen TNI AD untuk mendukung swasembada pangan nasional, dimulai dari tingkat desa. Di Grobogan, ribuan hektar sawah akan segera ditanami dengan benih yang lebih tahan penyakit dan berproduksi tinggi. Para petani seperti Bu Sari dari Kelompok Tani 'Maju Bersama' mengaku semringah. "Benih ini seperti harapan baru buat kami. Semoga panen nanti melimpah, sehingga anak-anak bisa sekolah dengan tenang," ujarnya dengan mata berbinar.
Dari dialog di sawah hingga distribusi benih, semua dilakukan dengan penuh kebersamaan. Inilah wajah pembangunan yang sesungguhnya: bukan sekadar angka, melainkan kehadiran dan perhatian nyata pada warga desa. Di Grobogan, cerita ini bukan hanya tentang benih, tapi tentang bagaimana kita saling menguatkan untuk masa depan yang lebih baik.