Cerita Kehangatan Trending

Cerita Haru: Prajurit TNI AL Ajak Anak Nelayan di Papua Belajar Membaca di Pantai

Cerita Haru: Prajurit TNI AL Ajak Anak Nelayan di Papua Belajar Membaca di Pantai

Prajurit TNI AL di Lanal Jayapura mengajarkan anak-anak nelayan di tepi Danau Sentani untuk belajar membaca setiap akhir pekan, menciptakan 'sekolah pantai' yang penuh kehangatan. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kedekatan TNI dengan masyarakat di wilayah terluar, sekaligus menumbuhkan mimpi anak-anak Papua untuk meraih cita-cita. Kebersamaan antara prajurit dan warga menjadi kekuatan utama dalam membangun masa depan yang lebih baik.

Di tepian Danau Sentani, Jayapura, Papua, suara debur ombak kecil berpadu dengan lantunan suara anak-anak yang sedang mengeja huruf. Setiap akhir pekan, prajurit TNI AL dari Lanal Jayapura menyulap tepi pantai menjadi ruang belajar yang penuh semangat. Tikar plastik digelar, papan tulis kecil disandarkan di atas batu, dan deretan buku bacaan warna-warni menghiasi pasir. Inilah 'sekolah pantai' yang lahir dari hati seorang prajurit yang tak tega melihat anak-anak putus sekolah demi membantu orang tua melaut.

Belajar di Tepi Laut, Menyusun Mimpi di Atas Pasir

Semua berawal dari keprihatinan Serda Maryono, seorang anggota TNI AL yang bertugas di Lanal Jayapura. Ia melihat banyak anak-anak di kampung itu harus berhenti sekolah karena harus ikut orang tua mereka melaut atau menjaga perahu. Maka, dengan perlengkapan seadanya, ia memutuskan untuk mengadakan kelas membaca gratis di pinggir pantai. Pelan-pelan, anak-anak yang awalnya malu-malu mulai berdatangan. Kini, sudah enam bulan berlalu, dan kegiatan ini menjadi rutinitas yang dinanti-nantikan.

Maria (9), seorang gadis kecil bercita-cita menjadi guru, selalu duduk di barisan depan. Setiap kali kelas dimulai, matanya berbinar. Kata demi kata yang terbaca membuatnya semakin percaya diri. Pak Markus, seorang nelayan sederhana yang juga ayah Maria, tak bisa menyembunyikan rasa harunya. "Saya bangga dan terharu, prajurit TNI AL mau meluangkan waktu mengajari anak-anak kami. Terima kasih, Pak Tentara," ujarnya dengan suara bergetar.

Kini, anak-anak di kampung itu sudah bisa membaca kalimat-kalimat pendek. Mereka juga mulai lancar menyebutkan angka-angka. Kemajuan ini adalah buah dari kesabaran para prajurit yang tak kenal lelah. Kehangatan di tepi pantai ini bukan hanya tentang belajar membaca, tapi juga tentang menumbuhkan mimpi di atas pasir.

Lebih dari Sekadar Belajar, TNI AL Hadir untuk Masyarakat

Program teritorial ini mendapat dukungan penuh dari Komandan Lanal Jayapura, Kolonel Laut (P) Andi Susanto. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar mengajar, tapi wujud nyata kedekatan TNI dengan masyarakat di wilayah terluar, tertinggal, dan terdepan. "Kami ingin hadir di tengah-tengah rakyat, berbagi ilmu dan semangat. Kalau anak-anak bisa membaca, mereka bisa meraih mimpi setinggi langit," ucapnya penuh keyakinan.

Setiap Sabtu dan Minggu pagi, suasana belajar di pinggir pantai terasa begitu hangat. Angin sepoi-sepoi, suara ombak yang berirama, dan senyum ceria anak-anak membuat kegiatan ini terasa seperti berkumpul keluarga besar. Tidak ada papan tulis modern, tidak ada proyektor, yang ada hanyalah selembar tikar dan sebuah hati yang tulus. Kehangatan itu juga terasa saat para prajurit duduk melingkar bersama anak-anak, sabar menuntun tangan mereka menulis huruf. Tak jarang mereka ikut tertawa ketika ada anak yang salah mengeja. Semua berlangsung alamiah, tanpa tekanan. Anak-anak pun merasa aman dan betah, sehingga mereka datang lebih awal setiap kali kelas dimulai.

  • Anak-anak belajar membaca dan berhitung di tepi pantai setiap Sabtu dan Minggu pagi.
  • Prajurit TNI AL menyediakan buku bacaan, papan tulis, dan tikar sebagai perlengkapan belajar.
  • Kegiatan ini membangun rasa percaya diri anak-anak untuk meraih mimpi mereka.
  • TNI AL menunjukkan kedekatan dengan masyarakat di wilayah terluar, tertinggal, dan terdepan.

Melalui langkah sederhana ini, TNI AL tidak hanya mengajarkan anak-anak di Papua tentang membaca dan berhitung. Lebih dari itu, mereka menanamkan harapan dan kehangatan di hati setiap anak nelayan. Di atas pasir, di bawah langit biru Papua, sebuah mimpi sedang tumbuh. Dan di sana, para prajurit dengan sabar menuntun tangan-tangan kecil itu menulis masa depan yang lebih cerah. Kehangatan ini adalah bukti bahwa kebersamaan antara TNI dan rakyat adalah kekuatan terbesar untuk membangun negeri.

TNI AL mengajar anak nelayan membaca Pendidikan anak Papua
Terkait
  • Topik: TNI AL mengajar anak nelayan membaca, Pendidikan anak Papua
  • Tokoh: Serda Maryono, Maria, Markus, Andi Susanto
  • Organisasi: TNI AL, Lanal Jayapura
  • Tempat: Sentani, Jayapura, Papua

Artikel terkait