Suasana Pasar Pogapa di Kampung Pogapa, Kabupaten Intan Jaya, pada pagi itu terasa begitu istimewa. Bukan hanya karena sayuran hijau segar atau umbi-umbian yang menggunung, tetapi karena tawa riang dan senyum hangat para petani yang memenuhi sudut pasar. Sebuah program kedekatan bertajuk ROSITA (Borong Hasil Tani) dari Satgas Yonif 757/Garuda Vira hadir di tengah mereka, mengubah aktivitas jual-beli biasa menjadi momen kebersamaan yang sarat makna. Seakan tak ada jarak, prajurit TNI dengan ramah menyapa dan langsung membeli hasil tani dari tangan para petani seperti Wenda dan kawan-kawan.
Ketika Rasa Syukur Berbuah Senyuman di Pogapa
Wenda, dengan tangan yang masih membekas tanah sawah, tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. "Lihatlah, sayur dan buah dari kebun kami laku semuanya dibeli langsung oleh Bapak TNI," ujarnya dengan mata berbinar. Rasanya, jerih payah mengolah lahan di tanah Intan Jaya ini terbayar lunas. Program ROSITA ini bukan sekadar urusan angka di kantong, tetapi lebih dari itu: sebuah pengakuan akan kerja keras mereka. Dalam obrolan akrab di sela transaksi, mereka berbagi cerita tentang musim tanam dan harapan untuk hasil yang lebih melimpah lagi. Kapten Inf Rajamuddin, yang memimpin kegiatan, dengan rendah hati mengatakan, "Ini wujud kepedulian kami. Kami ingin hasil kerja keras para petani memiliki nilai ekonomi yang lebih baik di sini." Kata-katanya sederhana, namun terasa dalam menyentuh hati.
ROSITA: Lebih Dari Sekadar Borong, Ini Jembatan Kepercayaan
Program ini ternyata menebar manfaat yang jauh lebih luas dari yang dibayangkan. Ia menjadi jembatan komunikasi yang akrab antara prajurit dan warga. Dialog yang mengalir lancar di Pasar Pogapa hari itu telah memperkuat keyakinan bersama bahwa TNI hadir sebagai mitra sejati. Mereka tidak hanya datang untuk membeli, tetapi juga untuk mendengar. Berikut adalah beberapa manfaat nyata yang dirasakan langsung oleh warga Pogapa:
- Penghasilan Langsung dan Pasti: Hasil kebun yang biasanya dijual dengan susah payah kini laku dalam sekejap, memberikan uang tunai yang bisa langsung digunakan untuk kebutuhan keluarga.
- Penyemangat untuk Terus Berkebun: Semangat bertani warga semakin berkobar karena ada kepastian bahwa hasil mereka dihargai dan dibutuhkan.
- Kedekatan dan Komunikasi: Interaksi hangat ini membangun rasa percaya dan menghilangkan sekat, membuat warga merasa memiliki teman untuk berbagi cerita dan harapan.
- Dukungan Ekonomi di Tengah Akses Terbatas: Di daerah dengan akses pasar yang masih sulit, program borong ini menjadi penopang ekonomi yang sangat berarti bagi keluarga petani.
Setiap tandan pisang, setiap keranjang ubi, dan setiap ikat sayur yang berpindah tangan adalah simbol dari sebuah komitmen untuk tumbuh bersama. Prajurit Satgas belajar memahami kehidupan nyata warga, sementara petani merasakan dukungan nyata untuk kemandirian mereka.
Suasana pasar perlahan-lahan kembali tenang, tetapi kehangatan dan energi positifnya masih terasa menggantung di udara Pogapa. Program ROSITA telah meninggalkan jejak yang dalam: bukan hanya di lumbung ekonomi, tetapi terutama di sanubari warga. Dengan mata yang penuh harap, petani seperti Wenda kini kembali ke kebun mereka dengan keyakinan baru bahwa kerja keras mereka tidak akan pernah sia-sia. Mereka punya mitra yang mendukung dari dekat. Di tanah Papua Tengah yang subur ini, benih kebersamaan telah ditanam hari ini, dan kita semua bisa berharap ia akan tumbuh menjadi pohon kemandirian yang rindang bagi seluruh keluarga petani di Intan Jaya. Bersama, semuanya terasa lebih ringan dan penuh harapan.