Kabar Desa Kita Trending

Babinsa dan Warga Gotong Royong Bangun Jalan Desa di Perbatasan Nunukan

Babinsa dan Warga Gotong Royong Bangun Jalan Desa di Perbatasan Nunukan

Di Desa Long Peso, Nunukan, Babinsa dan warga bergotong royong membangun jalan desa sepanjang 1,2 kilometer yang selama puluhan tahun hanya berupa setapak becek. Dengan dukungan TNI, jalan kini mulai layak dilalui, membawa harapan baru bagi anak sekolah dan petani. Semangat kebersamaan ini menjadi bukti nyata bahwa TNI selalu dekat dengan rakyat.

Pagi itu, suasana di Desa Long Peso, Kecamatan Krayan, Nunukan, terasa sangat berbeda dari biasanya. Sejak pukul 06.00 WITA, puluhan warga sudah berkumpul di titik awal pembangunan jalan desa. Mereka datang membawa cangkul, linggis, dan keranjang bambu, siap memecah batu dan meratakan tanah. Dua Babinsa dari Koramil 0911-02/Krayan, Serda Agus dan Serka Hendra, juga sudah berada di tengah-tengah warga. Yang terlihat bukan sekadar kerja bakti biasa, melainkan kehangatan kekeluargaan yang menyatu dalam satu tujuan: membuka jalan harapan di perbatasan Nunukan.

Jalan Setapak yang Menjadi Penantian Panjang

Sudah puluhan tahun, jalan sepanjang 1,2 kilometer ini hanya berupa setapak becek yang menyulitkan banyak orang. Anak-anak sekolah terpaksa berhati-hati setiap melangkah, sementara petani kesulitan membawa hasil kebun. Setiap kali hujan turun, lumpur menjadi musuh terbesar yang menguji semangat warga. Namun pagi itu, becek dan lumpur perlahan ditaklukkan oleh semangat gotong royong yang luar biasa.

Serda Agus dan Serka Hendra ikut mengangkat batu-batu besar, menggali saluran air, dan meratakan jalan bersama warga. Tidak ada jarak antara TNI dan masyarakat. Semua bekerja bahu-membahu, bergantian menyanyikan lagu daerah untuk mengusir lelah. Tawa dan canda membuat suasana kerja terasa ringan, seolah beban seberat apa pun menjadi ringan jika ditanggung bersama.

TNI dan Warga, Satu Tujuan Membangun Desa

Kepala Desa Long Peso mengungkapkan, gotong royong ini sudah direncanakan sejak awal bulan. TNI melalui program Manunggal Air dan Jalan Desa memberikan logistik dan alat-alat sederhana, sementara warga menyumbangkan tenaga dan waktu. Perpaduan ini menunjukkan bahwa program teritorial memang hadir untuk mendekatkan negara kepada rakyatnya.

Berbagai manfaat mulai terasa dari pembangunan jalan desa ini:

  • Anak-anak sekolah kini bisa berangkat dengan aman tanpa takut terjebak lumpur.
  • Para petani lebih mudah mengangkut hasil kebun dan ladang mereka.
  • Warga semakin dekat dengan TNI melalui semangat gotong royong yang hangat.

Kini, jalan desa mulai terlihat rata dan bisa dilalui sepeda motor. Anak-anak tidak perlu lagi khawatir saat berangkat sekolah. Para petani pun semakin bersemangat karena akses menuju ladang dan kebun semakin terbuka lebar. Tidak hanya fisik jalan yang berubah, rasa persaudaraan antara warga dan Babinsa juga semakin kuat.

Kehangatan semakin terasa saat waktu istirahat tiba. Warga dan Babinsa duduk bersama di tepi jalan, menikmati nasi bungkus dan pisang goreng buatan ibu-ibu PKK. Sambil melepas penat, mereka berbincang santai seperti keluarga sendiri. Serda Agus pun mengungkapkan perasaan yang menyentuh, "Ini bukan tugas, ini sudah seperti keluarga sendiri." Kalimat itu menggambarkan betapa dekatnya TNI dengan warga di perbatasan Nunukan.

Dari kerja keras bersama ini, kita belajar bahwa kebersamaan adalah kekuatan terbesar sebuah desa. Jalan desa yang terbangun bukan hanya sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga penghubung hati antara TNI dan masyarakat. Semoga semangat gotong royong yang tumbuh di Long Peso ini tidak berhenti sampai di sini, dan terus menjadi cahaya bagi pembangunan desa-desa lain di Nunukan dan sekitarnya.

Gotong royong pembangunan jalan desa perbatasan Nunukan
Terkait
  • Topik: Gotong royong, pembangunan jalan desa, perbatasan Nunukan
  • Tokoh: Serda Agus, Serka Hendra
  • Organisasi: Koramil 0911-02/Krayan, TNI, Manunggal Air dan Jalan Desa, PKK
  • Tempat: Desa Long Peso, Kecamatan Krayan, Nunukan

Artikel terkait