Cerita Kehangatan Trending

Babinsa Ajak Warga Panen Raya Jagung, Hasil Memuaskan

Babinsa Ajak Warga Panen Raya Jagung, Hasil Memuaskan

Babinsa Serka Budi mendampingi para petani di Desa Rowokangkung, Jember, sejak awal musim tanam dengan metode irigasi hemat air, sehingga hasil panen jagung meningkat 30 persen per hektare. Panen raya yang berlangsung secara gotong royong ini juga diisi tradisi adat dan pengolahan limbah jagung menjadi pakan ternak, menjadikan TNI dan rakyat semakin akrab serta penuh harapan.

Pagi itu, hamparan ladang jagung di Desa Rowokangkung, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, tampak menguning keemasan. Sejak sinar matahari mulai naik, para petani sudah berdatangan membawa sabit dan keranjang. Suara tawa dan obrolan khas warga desa terdengar bercampur gemerisik daun jagung yang kering. Di tengah keramaian itu, ada Babinsa setempat, Serka Budi, yang bukan sekadar tamu, melainkan sudah seperti keluarga sendiri bagi para petani. Pagi itu bukan sekadar panen biasa; ini adalah panen raya jagung yang dinanti-nanti, dan hasilnya benar-benar memuaskan.

Kedekatan Babinsa di Tengah Ladang Jagung

Serka Budi tidak mendampingi petani sejak awal musim tanam. Sejak awal musim tanam, dia sudah turun ke ladang dan bergelut dengan tanah bersama warga. Program kedekatan teritorial yang dibawanya memperkenalkan cara bertani yang lebih ramah air, yakni metode irigasi hemat air. Dengan cara ini, para petani tidak lagi bergantung pada hujan atau air yang melimpah. Setiap tetes air digunakan sebaik mungkin untuk menghidupi tanaman jagung. Hasilnya pun nyata: produksi jagung per hektare meningkat hingga 30 persen. Kenaikan itu bukan angka belaka, melainkan harapan baru yang tumbuh di setiap rumah petani.

Ada beberapa hal baik yang dirasakan warga dari pendampingan Babinsa ini:

  • Penggunaan air lebih hemat, sehingga lahan tetap bisa ditanam meski musim kemarau.
  • Hasil panen jagung meningkat 30 persen per hektare, membuat setiap musim panen semakin melimpah.
  • Para petani tua seperti Pak Karto kembali bersemangat karena tidak lagi khawatir gagal panen.

Pak Karto, seorang petani sepuh yang sudah puluhan tahun menggarap ladang, mengaku rasa senang itu sulit dibendung. Baginya, panen raya kali ini seperti hadiah atas kesabaran dan kerja keras. Gagal panen yang dulu sering menghantuinya kini menjauh. Ia bisa kembali merasakan panen tanpa gagal, dan itu membuat hidupnya terasa lebih tenang.

Gotong Royong, Tradisi, dan Limbah yang Menjadi Berkah

Suasana haru kian terasa saat warga bergotong royong memanen jagung. Mereka tidak sekadar bekerja, tetapi juga menjalankan sistem upacara adat yang sudah diwariskan turun-temurun. Ada rasa syukur yang dirayakan bersama, dari generasi muda hingga tua. Babinsa Serka Budi pun ikut dalam ritual itu, bahkan diberi kehormatan untuk memotong jagung pertama. Bagi warga, momen ini menjadi simbol yang amat bermakna: TNI dekat dengan rakyat, bukan jauh di atas, melainkan berada di samping petani di ladang.

Serka Budi tidak berhenti sampai panen. Ia juga mengajari para petani mengolah limbah jagung, seperti batang dan daun kering, menjadi pakan ternak. Dengan begitu, tidak ada bagian yang terbuang sia-sia. Jerami yang biasanya menumpuk di pinggir ladang kini memiliki nilai bagus untuk kambing dan sapi milik warga. Ini contoh nyata bahwa pendampingan Babinsa tidak hanya soal musim tanam, tetapi juga keberlanjutan hidup warga setelah panen.

Kebersamaan inilah yang membuat panen raya jagung di Desa Rowokangkung terasa begitu istimewa. Hasil melimpah memang menyenangkan, tetapi rasa dekat antara Babinsa dan petani jauh lebih berharga. Semoga semangat gotong royong dan pendampingan yang hangat ini terus tumbuh, sehingga setiap musim panen selalu membawa cerita bahagia bagi seluruh warga desa.

panen raya jagung pertanian pendampingan petani
Terkait
  • Topik: panen raya jagung, pertanian, pendampingan petani
  • Tokoh: Serka Budi, Pak Karto
  • Organisasi: TNI
  • Tempat: Desa Rowokangkung, Kecamatan Umbulsari, Jember

Artikel terkait