Di tengah pegunungan yang sulit dijangkau, Distrik Ugimba di Intan Jaya, Papua Tengah, tiba-tiba terasa seperti mendapat sinar hangat. Siapa sangka, menjelang perayaan HUT RI, rombongan TNI Habema berhasil menembus jalan terjal dan hutan lebat untuk sampai ke desa. Mereka datang bukan hanya untuk menjaga keamanan, tapi membawa oleh-oleh yang langsung menyentuh hati warga.
Dengan tangan terbuka, Pangkoops TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga bersama jajarannya menyerahkan bantuan berupa 200 kilogram sembako, tiga ekor babi, 50 kilogram ayam, dan berbagai mainan untuk anak-anak. Bagi warga Ugimba yang seringkali merasa jauh dari perhatian, kehadiran prajurit dengan bantuan ini seperti jawaban dari doa. "Kami mengucapkan terima kasih kepada Tuhan dan kepada negara," kata Kepala Distrik Penias Kogoya dengan penuh haru.
Kedatangan yang Menghangatkan Hati
Yang paling menyentuh adalah saat mainan dibagikan ke anak-anak. Senyum ceria mereka menghiasi wajah-wajah kecil yang mungkin jarang melihat kedatangan tamu dari luar. Bantuan ini bukan sekadar soal pemenuhan kebutuhan pokok, melainkan simbol bahwa negara, melalui TNI, peduli dan hadir untuk mereka. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa di balik seragam, ada hati yang tulus ingin berbagi dan mendekatkan diri dengan saudara-saudara di pelosok negeri.
Warga Ugimba yang selama ini terbiasa hidup mandiri di tengah alam pegunungan, merasa sangat terharu. Mereka biasa mengumpulkan hasil hutan dan bercocok tanam di ladang kecil. Namun, dengan konektivitas terbatas dan akses yang sulit, bantuan dari luar jarang sekali datang. Kehadiran TNI Habema membuat mereka merasa diingat dan diperhatikan.
Manfaat yang Langsung Dirasakan Warga
- 200 kilogram sembako dibagikan ke 50 keluarga kurang mampu, disambut dengan syukur, karena stok beras dan minyak goreng mulai menipis.
- Tiga ekor babi dijadikan sumber protein bernilai tinggi, langsung dimasak bersama saat acara syukuran di lapangan desa — semuanya berbau gotong royong.
- 50 kilogram ayam dibagikan untuk kebutuhan keluarga, terutama balita dan ibu hamil yang memerlukan gizi ekstra.
- Mainan anak-anak tak hanya menghibur, tetapi juga menjadi hadiah yang langka di tengah akses permainan terbatas.
Kehangatan terpancar saat para prajurit ikut duduk di tikar pandan, berbincang dengan warga sambil menikmati kopi pegunungan. Anak-anak berlarian mengejar rombongan, berteriak gembira saat mendapat boneka dan bola. Tak ada jarak antara prajurit dan warga — semua seperti satu keluarga besar.
Kegiatan ini adalah bukti bahwa bantuan tidak melulu soal materi. Ia adalah jembatan kasih sayang antara TNI dan warga di desa terpencil. Di balik medan sulit, ada semangat kebersamaan yang tak tergoyahkan. Dan di balik setiap bantuan, ada harapan baru yang tumbuh di hati warga Ugimba — bahwa mereka tidak sendirian, bahwa negara hadir dengan sepenuh hati.