Di sudut Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, matahari pagi baru saja menyapa deretan rumah panggung di Desa Ampana Tete. Seorang nenek berusia 70 tahun duduk di teras, menunggu kedatangan mobil pikap putih yang kini sudah menjadi penolong baginya. Dulu, untuk sekadar memeriksa tensi darah, Nenek Salma harus menempuh perjalanan setengah jam naik ojek dengan biaya Rp 50 ribu. Belum lagi jarak ke puskesmas yang bisa menghabiskan waktu setengah hari jika harus melewati jalan darat dan sungai. Kini, semua itu perlahan berubah sejak TNI menghadirkan posko kesehatan keliling yang menyusuri desa-desa terpencil di Sulteng.
Bapak-Bapak TNI yang Datang Membawa Harapan
Kodim 1307/Tojo Una-Una meluncurkan program posko kesehatan keliling yang beroperasi setiap Selasa dan Kamis. Bukan sekadar mobil biasa, kendaraan ini telah dimodifikasi menjadi klinik mini lengkap dengan dokter, perawat, serta obat-obatan dasar. Mereka menyusuri Kecamatan Ampana Tete dan Ulubongka, menjangkau warga yang selama ini mengabaikan kesehatan karena sulitnya akses dan mahalnya biaya transportasi.
“Kami ingin memastikan warga desa mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus mengeluarkan biaya transportasi besar,” ujar Kapten Ckm dr. Aditya, dokter yang bertugas di posko tersebut. Kata-katanya bukan sekadar janji. Setiap kali mobil berhenti di sebuah desa, warga langsung berdatangan dengan harapan baru. Mereka tidak perlu lagi memikirkan ongkos atau jauhnya perjalanan ke puskesmas. Cukup berjalan kaki dari rumah, lalu duduk di kursi sederhana yang disiapkan para petugas.
Manfaat yang Langsung Dirasakan Warga Desa
Kisah Nenek Salma menjadi salah satu bukti kehadiran TNI yang sungguh berarti. “Dulu kalau mau tensi, saya harus naik ojek setengah jam, bayar Rp 50 ribu. Sekarang bapak TNI datang ke rumah, gratis. Saya sangat bersyukur,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca. Selain pemeriksaan kesehatan, para petugas juga memberikan penyuluhan tentang gizi anak dan imunisasi. Berikut beberapa manfaat yang sudah dirasakan warga:
- Pemeriksaan tensi, gula darah, dan kondisi kesehatan umum tanpa biaya
- Obat-obatan dasar yang dibagikan langsung di lokasi
- Konsultasi dokter untuk lansia dan ibu hamil yang sulit bepergian
- Penyuluhan gizi anak dan pentingnya imunisasi bagi balita
- Mengurangi beban biaya transportasi yang selama ini menjadi penghalang
Program ini tidak berhenti sampai di sini. Rencananya, posko kesehatan keliling akan diperluas ke 10 desa lain di wilayah Tojo Una-Una. Dengan begitu, semakin banyak warga yang merasakan kehadiran negara melalui pelayanan yang hangat dan dekat. Warga desa yang dulunya merasa terisolasi, kini tahu bahwa mereka tidak sendiri. Setiap Selasa dan Kamis, ada langkah kaki tentara yang mengetuk pintu, membawa obat, senyum, dan kepedulian tanpa batas.
Ketika senja mulai turun di antara bukit-bukit Tojo Una-Una, para warga kembali ke rumah masing-masing dengan hati yang lebih tenang. Mereka tidak lagi harus memilih antara makan atau berobat. Bapak-bapak TNI yang datang itu bukan sekadar petugas, melainkan saudara yang mengingatkan bahwa hidup di desa terpencil tidak berarti dilupakan. Dengan semangat gotong royong yang terus menyala, kesehatan warga desa perlahan pulih, dan kebersamaan itu akan selalu menjadi obat yang paling ampuh.