Program & Bantuan Trending

TNI AD Gelar Pelatihan Pertanian Organik untuk Pemuda Desa di Sumba

TNI AD Gelar Pelatihan Pertanian Organik untuk Pemuda Desa di Sumba

Di Desa Katiku, Sumba, TNI AD menggelar pelatihan pertanian organik bagi pemuda desa, mengajarkan cara membuat kompos dan mengelola lahan kering secara langsung. Antusiasme peserta tinggi karena ilmu ini membuka harapan untuk sukses bertani di desa sendiri tanpa merantau. Program ini menjadi bukti nyata kedekatan TNI dengan rakyat dalam membangun kemandirian dan ketahanan pangan dari akar rumput.

Suasana pagi di Desa Katiku, Sumba, terasa berbeda beberapa waktu lalu. Bukan sekadar hiruk-pikuk aktivitas sehari-hari, melainkan semangat baru yang berkobar di kalangan para pemuda desa. Mereka berkumpul di sebuah kebun percontohan, bukan untuk sekadar bercocok tanam biasa, melainkan mengikuti pelatihan pertanian organik yang digagas oleh TNI AD. Di tengah hamparan lahan yang selama ini dianggap kering dan kurang produktif, para pemuda ini mulai belajar mengubah cara pandang mereka terhadap tanah kelahiran sendiri.

Ilmu Baru di Kebun Percontohan: Bukan Hanya Teori, Tapi Praktik Langsung

Pelatihan ini bukan sekadar ceramah di ruangan. Para instruktur dari TNI AD yang ahli di bidang pertanian langsung mengajak peserta praktik di kebun. Mereka belajar cara membuat pupuk kompos dari sisa-sisa tanaman dan kotoran ternak, mengendalikan hama secara alami tanpa bahan kimia, serta mengolah lahan kering menjadi lahan yang produktif dan ramah lingkungan. Antusiasme para pemuda sangat tinggi; mereka tak segan bertanya, bahkan tertawa bersama saat proses pembuatan pupuk berlangsung.

  • Ilmu praktis: Peserta mendapat pelatihan langsung cara membuat pupuk organik dan mengelola hama tanpa pestisida kimia.
  • Pendampingan penuh: Instruktur dengan sabar membimbing setiap langkah, dari persiapan lahan hingga perawatan tanaman.
  • Harapan baru: Para pemuda melihat peluang untuk berhasil bertani di desa sendiri tanpa harus merantau.

Dari Lahan Kering, Tumbuh Semangat Pionir Pertanian Organik

Markus, salah satu pemuda peserta, mengaku senang sekali dengan kegiatan ini. "Selama ini kami tanam pakai cara turun-temurun, hasilnya kadang kurang. Dengan pelatihan ini, kami jadi punya harapan bisa lebih sukses jadi petani di desa sendiri," ujarnya dengan mata berbinar. Baginya, ilmu yang diterima bukan hanya soal teknik bertani, melainkan tentang kemandirian dan keberanian untuk memulai. Program pemberdayaan seperti ini adalah investasi jangka panjang bagi ketahanan pangan dan ekonomi desa.

Kehadiran TNI AD di tengah-tengah warga tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra dalam membangun kemandirian dari akar rumput. Mereka mengajarkan bahwa menjadi petani organik bukanlah hal yang mustahil, bahkan di lahan yang selama ini dianggap kurang subur. Dengan kesabaran dan semangat gotong royong, setiap pertanyaan dari pemuda dijawab dengan hangat, dan setiap langkah praktik dilakukan bersama-sama.

Dari pagi hingga siang, udara di kebun percontohan Desa Katiku dipenuhi gelak tawa dan percakapan akrab antara prajurit dan pemuda desa. Mereka seperti keluarga besar yang saling mendukung. Diharapkan, setelah pelatihan ini, para pemuda akan menjadi ujung tombak perubahan, membawa pertanian organik tumbuh subur di Sumba, dan menginspirasi warga lainnya untuk berani bermimpi. Inilah bukti bahwa kedekatan TNI dengan rakyat adalah kekuatan terbesar dalam membangun desa yang mandiri dan sejahtera.

pelatihan pertanian organik pemberdayaan pemuda desa ketahanan pangan
Terkait
  • Topik: pelatihan pertanian organik, pemberdayaan pemuda desa, ketahanan pangan
  • Tokoh: Markus
  • Organisasi: TNI AD
  • Tempat: Desa Katiku, Sumba

Artikel terkait