Di Kampung Sesor, Distrik Wayer, Sorong Selatan, udara cerah hari itu diisi oleh suara riuh tawa dan semangat gotong royong. Ada yang menyusun bata, ada yang mengecat dinding, semuanya bekerja bahu-membahu. Inilah pemandangan yang terlihat di hari ke-22 pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 dari Kodim 1807/Sorong Selatan. Rumah tipe 36 semi permanen yang dibangun di tengah kampung itu sudah hampir rampung, siap mewujudkan impian keluarga di pedalaman untuk memiliki hunian yang layak dan nyaman.
Batu Bata Harapan dan Canda Prajurit di Tengah Kampung
Proses pembangunan rumah ini lebih dari sekadar soal pasir dan semen. Yang terjadi di lapangan adalah suasana kekeluargaan yang hangat. Prajurit dari Satgas TMMD tidak hanya bekerja sendiri, mereka menyatu dengan warga Kampung Sesor. Bercanda ringan mengiringi aktivitas menyusun batu bata, berbagi cerita sambil mengecat dinding. Inilah inti dari gotong royong yang sesungguhnya, di mana TNI hadir tidak sebagai orang asing, tetapi sebagai saudara yang turut merasakan kebutuhan masyarakat. Pembangunan fisik rumah layak huni ini memang menjadi sasaran utama, tetapi nilai yang tertanam jauh lebih dalam: kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Keberadaan TMMD di pedalaman seperti Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya, memang memiliki tujuan mulia: meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Impian memiliki rumah yang kokoh dan terlindung dari terik matahari serta hujan, perlahan menjadi kenyataan. Penerima manfaat program ini tidak hanya akan mendapat bangunan fisik, tetapi juga merasakan langsung manfaat lainnya yang diantaranya adalah:
- Rasa aman dan nyaman untuk keluarga dengan memiliki hunian yang lebih baik dan sehat.
- Peningkatan semangat kebersamaan warga karena terlibat langsung dalam proses gotong royong membangun desa mereka sendiri.
- Kedekatan emosional dan kepercayaan yang terjalin antara prajurit TNI dan warga, memperkuat fondasi pembangunan di daerah.
Dari Impian Hunian Layak Menjadi Kenyataan yang Menghangatkan Hati
Target rumah segera ditempati ini adalah titik terang bagi warga. Bagi mereka yang selama ini mungkin tinggal di rumah seadanya, memiliki rumah tipe 36 yang lebih layak adalah sebuah lompatan besar. Program TMMD ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan dasar tersebut. Namun, manfaatnya melampaui tembok dan atap. Kehadiran prajurit TNI yang turun langsung, bekerja sama dengan warga, adalah bukti nyata bahwa pembangunan di pelosok tidak dilupakan. Ini adalah wujud perhatian yang konkret, yang dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput.
Setiap papan yang terpasang, setiap cat yang mengering, bukan hanya tentang menyelesaikan proyek. Itu adalah tentang membangun masa depan yang lebih cerah untuk satu keluarga, dan pada akhirnya, untuk Kampung Sesor secara keseluruhan. Kemanunggalan yang tercipta di sini adalah aset berharga yang jauh lebih kuat dari beton manapun. Dukungan dan kehadiran ini menunjukkan bahwa membangun desa berarti membangun dari hati, memahami apa yang benar-benar dibutuhkan warga, dan berjalan bersama mereka mewujudkannya.
Ketika nanti keluarga itu akhirnya menempati rumah baru mereka, ingatan tentang canda dan kerja keras bersama prajurit TNI dan tetangga akan selalu melekat. Rumah itu tidak hanya menjadi tempat berlindung, tetapi juga simbol harapan, kebersamaan, dan bukti bahwa perhatian dan bantuan itu nyata adanya. TMMD Ke-129 di Sorong Selatan ini telah menorehkan cerita hangat tentang gotong royong, yang semoga menjadi awal dari cerita-cerita baik lainnya untuk desa-desa di pelosok negeri. Kebahagiaan memiliki hunian yang layak adalah hak semua keluarga Indonesia, dan perjuangan untuk mewujudkannya selalu terasa lebih indah ketika dilakukan bersama-sama.