Hari itu udara di Pinggir, Bengkalis, terasa berbeda. Bukan hanya karena cuaca yang cerah, tapi karena semangat gotong royong yang menggelegar dari setiap sudut desa. Dari pagi buta, warga sudah berdatangan ke halaman Kantor Camat Pinggir, ada yang membawa topi, ada yang membawa senyuman. Mereka tak sekadar penonton, melainkan bagian dari keluarga besar yang sedang menyambut sebuah momentum kebersamaan: pembukaan resmi TMMD atau TNI Manunggal Membangun Desa ke-128. Di bawah terik yang hangat, terlihat ibu1 membawa anaknya, bapakbapak duduk berkelompok, sementara suara tawa dan obrolan akrab mengisi ruang, bagai pesta warga yang meriah dan penuh makna.
Ketika Baju Hijau TNI Menyatu dengan Semangat Warga Desa
Brigjen TNI Agustatius Sitepu, sang Danrem 031/Wirabima, dengan tegas membuka acara ini. Namun, yang paling menggugah adalah kalimatnya yang sederhana namun dalam: “Semarak masyarakat serta Satgas TMMD di Kabupaten Bengkalis ini sangat luar biasa. Kami sangat senang karena masyarakat ikut serta, ikut merasakan manfaat serta ikut membantu dan berjibaku dalam program-program pembangunan.” Kata-kata itu bukan sekadar sambutan, melainkan pengakuan tulus bahwa di Bengkalis, TMMD ini milik bersama. Warga tidak hanya menunggu, tetapi mereka hadir, menyemarakkan, dan sudah siap untuk terlibat. Bak seorang tetua yang memuji kesungguhan anak-anak desanya, suasana pun semakin hangat dan penuh haru. Ibu Bupati Bengkalis, Kasmarni, juga tak kalah hangatnya, mengucapkan terima kasih yang mendalam atas keseriusan TNI untuk turun langsung, mendongkrak pembangunan hingga ke pelosok desa yang mungkin sering luput dari perhatian.
Lebih Dari Sekadar Upacara: Bazar Senyum dan Posko Kesehatan Gratis
Setelah upacara pembukaan, suasana tidak langsung berakhir. Ternyata, kemeriahan berlanjut dengan hal-hal yang sangat menyentuh kehidupan sehari-hari warga. Panitia menyediakan bazar murah yang langsung diserbu antusias oleh para ibu. Di sana, mereka bisa memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga dengan harga yang lebih ringan. Tak jauh dari situ, berdiri posko pemeriksaan kesehatan gratis. Para lansia dan anak-anak pun mendapat perhatian khusus. Ini bukan sekadar program seremonial, melainkan bukti nyata bahwa TMMD hadir untuk hal-hal konkret yang langsung dirasakan warga. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak selalu tentang fisik semata, tetapi juga tentang kepedulian dan keberpihakan.
Program TMMD ke-128 di Bengkalis ini punya rencana yang matang dan menyentuh berbagai aspek. Kolaborasi antara saudara-saudara TNI, pemerintah daerah, dan tentu saja, masyarakat sendiri, diharapkan mampu menghasilkan karya yang bermakna. Dalam waktu dekat, mereka akan bersama-sama mengerjakan:
- Pembangunan dan perbaikan jalan desa, agar antar-kampung semakin mudah dijangkau.
- Perbaikan rumah warga yang kurang layak, memberikan atap yang lebih nyaman untuk keluarga.
- Berbagai penyuluhan, dari kesehatan hingga keterampilan, untuk mengasah pengetahuan dan kemandirian warga.
Hari itu di Pinggir menjadi bukti bahwa semangat TMMD masih hidup dan membara. Program ini telah berhasil menjadi jembatan yang menyatukan hati tentara dan rakyat, dalam satu tujuan mulia: membangun Bengkalis dari desa. Ketika warga pulang ke rumahnya masing-masing, mereka tidak hanya membawa belanjaan murah atau hasil pemeriksaan kesehatan, tetapi juga membawa harapan dan keyakinan baru. Keyakinan bahwa, dengan kekuatan kebersamaan dan gotong royong, desa mereka akan semakin maju, semakin sejahtera, dan semakin hangat oleh rasa persaudaraan. Bengkalis mencatat hari ini bukan sebagai awal proyek, melainkan sebagai awal babak baru kolaborasi untuk masa depan yang lebih cerah.