Program & Bantuan Trending

TMMD Ke-128 Gresik Resmi Dibuka, Akselerasi Pembangunan Desa Jadi Prioritas

TMMD Ke-128 Gresik Resmi Dibuka, Akselerasi Pembangunan Desa Jadi Prioritas

Program TMMD ke-128 di Gresik resmi dibuka dengan Desa Slempit sebagai lokasi utama, fokus pada rehabilitasi rumah tidak layak huni dan perbaikan infrastruktur desa. Prajurit dan warga akan bahu-membahu selama 30 hari, membangun kerja sama yang hangat untuk meningkatkan kesejahteraan dan kehidupan sehari-hari warga desa secara nyata.

Di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, kabar baik mulai berhembus. Angin yang semula hanya membawa aroma sawah dan kehidupan sehari-hari, kini juga membawa harapan baru bagi keluarga yang rumahnya sudah lama bocor, reyot, dan tak lagi nyaman untuk berteduh. Sebuah kerja bersama yang besar dan hangat akan segera digelar, menyentuh langsung jantung kehidupan warga desa.

Sentuhan Nyata untuk Atap yang Bocor dan Jalan yang Rusak

Dari halaman Kantor Bupati Gresik, Bupati Fandi Akhmad Yani, yang akrab disapa Gus Yani, dengan penuh semangat membuka gerakan TMMD ke-128. Dalam obrolannya yang santai namun tegas, Gus Yani menyebut program ini adalah bukti nyata bahwa prajurit dan rakyat bisa menyatu, bahu-membahu. Fokusnya sangat jelas: mempercepat pembangunan di desa agar hasilnya bisa langsung dirasakan oleh ibu-ibu, bapak-bapak, dan anak-anak di pelosok. Desa Slempit dipilih sebagai tempat untuk menyemai harapan ini selama 30 hari.

Di sini, prajurit dan warga akan bersama-sama mengerjakan hal-hal yang benar-benar penting bagi kehidupan sehari-hari: memperbaiki jalan lingkungan agar tidak lagi berlubang saat anak-anak sekolah lewat, membangun tembok penahan tanah agar tanah tidak longsor, dan yang paling menyentuh hati adalah merehabilitasi rumah-rumah yang tidak layak huni. Gus Yani dengan serius bicara tentang target Pemkab Gresik untuk menyelesaikan 2.000 unit RTLH pada tahun 2028. "Melalui TMMD dan program lain, kami terus berupaya menekan angka rumah tidak layak huni," katanya. Kata-kata itu bukan hanya angka di atas kertas, tapi janji untuk keluarga yang harus tidur di bawah atap yang tak lagi mampu menahan hujan.

Kerja Sama Loreng dan Kemeja, Untuk Sawah dan Kesejahteraan

Persiapan sudah matang, bahkan tahapan Pra-TMMD sudah dilakukan agar pekerjaan bisa lebih cepat. Dandim 0817/Gresik, Fadly Subur Karamaha, memastikan semuanya. Namun, perhatian tidak hanya pada bangunan fisik. Mereka juga melihat kehidupan para petani. Saluran air dari waduk ke sawah akan dinormalisasi agar air mengalir lancar, membantu para bapak di sawah untuk menanam padi dengan lebih baik. Ini adalah wujud nyata bahwa kerja bersama ini ingin menyentuh semua sisi kehidupan.

  • Perbaikan jalan lingkungan agar warga, terutama anak-anak dan ibu-ibu, bepergian dengan lebih aman dan nyaman.
  • Rehabilitasi rumah tidak layak huni, memberikan ruang hidup yang sehat dan aman bagi keluarga yang telah lama berjuang dengan kondisi rumah yang buruk.
  • Normalisasi saluran irigasi sawah, membantu petani dalam mengairi tanaman mereka demi hasil panen yang lebih baik.
  • Pembangunan tembok penahan tanah untuk menjaga lingkungan dan keamanan warga dari risiko longsor.

Kehadiran prajurit TNI di Desa Slempit diharapkan tidak hanya mengubah wajah desa menjadi lebih baik, tetapi juga mengukir cerita kerja sama yang manis dan hangat antara seragam loreng dan kemeja sehari-hari warga. Ini adalah cerita tentang bagaimana kemeja kerja di sawah dan loreng di lapangan bisa bersatu untuk satu tujuan: kesejahteraan bersama.

Pada akhirnya, apa yang terjadi di Desa Slempit bukan hanya tentang proyek atau angka-angka. Ini tentang obrolan di teras rumah yang menjadi lebih riang karena atap sudah tidak bocor lagi. Ini tentang langkah kaki anak-anak ke sekolah yang lebih mantap karena jalan sudah diperbaiki. Ini tentang harapan petani melihat sawahnya hijau karena air mengalir lancar. Program TMMD ke-128 di Gresik ini adalah sebentuk pelukan besar untuk desa, menguatkan bahwa dalam gotong royong, semua bisa lebih baik. Bersama, atap-atap yang bocor akan ditutup, jalan-jalan yang rusak akan diperbaiki, dan harapan-harapan warga desa akan tumbuh lebih subur dari tanaman di sawah mereka.

TMMD ke-128 pembangunan desa rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH)
Terkait
  • Topik: TMMD ke-128, pembangunan desa, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH)
  • Tokoh: Fandi Akhmad Yani, Gus Yani, Fadly Subur Karamaha
  • Organisasi: TNI, Pemkab Gresik
  • Tempat: Gresik, Desa Slempit, Kecamatan Kedamean

Artikel terkait