Cerita Kehangatan Trending

Tak Sekadar Bangun Desa, TMMD Abdya Juga Hadir di Saat Warga Berduka

Tak Sekadar Bangun Desa, TMMD Abdya Juga Hadir di Saat Warga Berduka

Di Desa Gunung Cut, Aceh Barat Daya, personel Satgas TMMD ke-128 menunjukkan bahwa membangun desa tak hanya soal fisik, tapi juga soal kehadiran di saat warga berduka. Keikutsertaan mereka dalam acara tahlilan menumbuhkan kedekatan dan solidaritas yang nyata, mengubah hubungan dari sekadar proyek menjadi persaudaraan. Dari sinilah TMMD menemukan makna terdalamnya: membangun bersama dengan hati, dalam suka maupun duka.

Di Desa Gunung Cut, Aceh Barat Daya, ada senja yang bicara tentang rasa lebih dalam dari sekadar tembok atau semen. Saat lampu minyak berkelip lembut di sebuah rumah yang sedang berduka, lantunan tahlil mengalun menghangatkan hati. Dan di tengah warga yang berkumpul untuk mendoakan almarhum pada malam ketujuh, hadirlah sosok-sosok dengan seragam hijau—bukan membawa palu atau cangkul, tapi membawa doa dan kehadiran yang begitu hangat. Mereka adalah personel Satgas TMMD ke-128. Inilah wajah lain dari program yang sering kita dengar—bukan cuma soal membangun jalan, tapi soal membangun kebersamaan di saat-saat paling mengharukan dalam hidup warga.

Ketika Seragam Hijau Menyapa dengan Doa, Bukan dengan Perintah

Program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) di Desa Gunung Cut menulis kisah yang jauh lebih personal dari sekadar proyek fisik. Saat seorang warga berpulang, personel Satgas memilih untuk hadir dalam acara tahlilan—duduk bersila bersama keluarga, menyimak lantunan doa, dan berbagi keheningan yang penuh makna. Kapten Inf Faryanda, Pasiter Satgas, dengan suara lembut namun tegas, berbisik pada warga, “TMMD bukan cuma soal pembangunan fisik, tapi juga membangun kebersamaan dengan masyarakat. Kehadiran kami di sini adalah bukti bahwa TNI selalu ada bersama rakyat, dalam suka maupun duka.” Kalimat itu, diucapkan di tengah keprihatinan, terasa seperti pelukan yang menguatkan tali persaudaraan—sebuah kedekatan yang lahir dari hati, bukan dari peta kerja.

Akur yang Tumbuh dari Duka, Menjadi Kekuatan untuk Membangun

Kehadiran personel TNI dalam momen tahlilan itu adalah bentuk nyata solidaritas yang mencairkan sekat. Warga tak lagi melihat mereka sebagai “tamu proyek,” tapi sebagai bagian dari komunitas mereka sendiri. Dampaknya terasa begitu nyata dalam keseharian di Desa Gunung Cut:

  • Warga merasa lebih tenang dan nyaman karena punya “keluarga” yang selalu siap membantu—baik saat mengangkut material untuk jalan desa, maupun saat sekadar duduk mendengarkan keluh kesah di teras rumah.
  • Program pembangunan fisik, seperti perbaikan jalan atau jembatan, berjalan lebih lancar karena kini dilandasi rasa saling percaya dan kebersamaan yang kuat, bukan sekadar kewajiban dinas.
  • Hubungan yang terjalin menciptakan lingkungan yang hangat—di mana bapak-bapak TNI dan warga bisa bertukar cerita, tertawa bareng, dan saling menguatkan dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup.

Inilah yang disebut kemanunggalan TNI dan rakyat—sebuah persaudaraan yang dibangun di atas kebersamaan dalam berbagai lika-liku kehidupan, bukan hanya di atas proyek. Dari acara tahlilan yang sederhana namun penuh makna di Desa Gunung Cut, kedekatan itu tumbuh secara alami, seperti akar pohon yang semakin kuat menghujam bumi, mengikat semua pihak dalam satu niat: membangun desa bersama, dengan hati.

Cerita dari Desa Gunung Cut mengajarkan pada kita bahwa nilai sebuah program seperti TMMD jauh lebih dalam dari angka-angka dan meter kubik. Ia tentang bagaimana sebuah seragam bisa melebur dalam lantunan doa, tentang bagaimana proyek pembangunan bisa berubah menjadi cerita persaudaraan. Di sini, di antara gemercik hujan senja dan lirihnya bacaan tahlil, kita belajar bahwa membangun desa yang sesungguhnya dimulai dari membangun rasa—rasa peduli, rasa memiliki, dan rasa bahwa kita semua adalah keluarga yang saling menjaga. Semoga kehangatan seperti ini terus mengalir, tak hanya di Gunung Cut, tapi di setiap sudut desa tempat hati bertaut.

TMMD pembangunan desa hubungan TNI dengan masyarakat kegiatan sosial
Terkait
  • Topik: TMMD, pembangunan desa, hubungan TNI dengan masyarakat, kegiatan sosial
  • Tokoh: Kapten Inf Faryanda
  • Organisasi: TNI, Satgas TMMD
  • Tempat: Desa Gunung Cut, Aceh Barat Daya

Artikel terkait